UMKM Pendukung Kemajuan Perekonomian dan Kesejahteraan di tengah Pandemi Covid-19

Istimewa - Wagub Kalteng Edy Pratowo menabuh Katambung  pada Launching Grand Opening Go BonSip, Palangka Raya, Sabtu 29 Januari 2022

PALANGKA RAYA – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan faktor pendukung untuk kemajuan suatu daerah dan sekitarnya. Dapat dikatakan bahwa keberadaan pelaku UMKM merupakan faktor pendukung untuk kemajuan perekonomian dan kesejahteraan suatu daerah bahkan bangsa.

Pandemi Covid-19 tentunya berdampak pada sektor UMKM saat ini membuat para pelaku usaha harus beradaptasi dengan menurunkan produksi barang/jasa, mengurangi jumlah/jam kerja karyawan serta saluran penjualan/pemasaran yang sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Hal ini tentu menjadi perhatian dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah serta pihak perbankan.

“Kami sangat berterima kasih dan mengaprisiasi dengan adanya Toko Roti Go BonSip di Palangka Raya yang memberikan layanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dan secara tidak langsung dengan keberadaan Toko Roti Go BonSip dapat menyerap tenaga kerja, tentu dalam hal ini membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran di Kalimantan Tengah”, ucap Wagub Edy Pratowo, saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, pada Launching Grand Opening Go BonSip, tepatnya peresmikan Toko Roti Go BonSip, di Bonsip Cake & Bakery, Jalan Let. Jend. Suprapto, Palangka Raya, Sabtu 29 Januari 2022.

BACA JUGA:   Kopi Khas Kalteng Sajikan Cita Rasa Masa Lalu

Dikatakan, bahwa Launching Grand Opening Go BonSip merupakan hal yang sangat positif dan baik sekali. Seperti diketahui bahwa bisnis makanan tidak akan pernah habisnya karena manusia membutuhkan makanan untuk hidup. Dan kue menjadi salah satu makanan yang seiring waktu terus berinovasi dengan bentuk dan rasanya.

Sebagaimana diketahui, kondisi UMKM di Prov. Kalteng saat ini berjumlah 75.278 per 31 Desember 2021, terdiri dari usaha menengah 309 unit, usaha kecil 3.363 unit dan usaha mikro sebanyak 71.606 unit.

Jumlah UMKM ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan semenjak munculnya wabah pandemi Covid-19, yang jumlah semula sebanyak 40.568 UMKM per Desember Tahun 2019.

BACA JUGA:   Dari 30 Kelurahan, Sebanyak 20 Kelurahan di Palangka Raya Zona Hijau Covid-19

“Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM merupakan usaha yang sangat diminati oleh sebagian besar masyarakat di Kalteng ditengah pandemi Covid-19, ucapnya.

Sementara untuk kebijakan dan program yang telah dilaksanakan selama Covid-19 Tahun 2020, telah tersalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) ke 60.415 pelaku usaha mikro se-Kalteng dengan nilai Rp2.400.000 per pelaku usaha dan stimulus sejumlah Rp3.350.000.000 untuk 3.350 penerima dengan nilai Rp1 Juta per pelaku usaha.

Pada Tahun 2021 kembali disalurkan BPUM untuk Kalteng sebanyak 99.087 penerima dengan nilai Rp1.200.000 per pelaku usaha.

Diharapkan dengan adanya Toko Roti Go BonSip ini juga para pelaku UMKM lainnya terus mengembangkan usaha dan bisnisnya sebagai sumbangsih agar pertumbuhan ekonomi di Kalteng menjadi terus meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud sebagai salah satu upaya menuju Kalteng Makin Berkah.

(BS65/beritasampit.co.id)