27 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Selatan

Seorang anggota Polri berupaya memadamkan api yang muncul di sebuah lahan kosong di Kabupaten Banjar. (ANTARA/Firman)

BANJARBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin melaporkan 27 “hotspot” atau titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) sepanjang hari ini.

Hotspot yang terdeteksi kemungkinan terbakarnya lahan berdasarkan tingkat kepercayaan mulai rendah hingga tinggi,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin Uli Mahanani di Banjarbaru, Rabu 28 September 2022 malam.

Berdasarkan satelit TERRA, AQUA, NOAA dan SNPP yang mendeteksi 27 titik panas tersebut, Kabupaten Banjar wilayah paling banyak yaitu 10 hotspot.

Kemudian Kabupaten Kotabaru tujuh, Kabupaten Tanah Bumbu empat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Balangan masing-masing dua serta Kabupaten Tapin dan Kabupaten Tabalong terdapat satu titik panas.

BACA JUGA:   Panglima Bakormad Nasional: Saya Siap Mengawal Kebijakan Panglima Tertinggi Satukan Ormas Dayak

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Suria Fadliansyah mengatakan pihaknya telah mendirikan lima posko siaga karhutla dalam upaya kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana menanggulangi jika ada kebakaran lahan.

Diakuinya, fokus utama posko tersebut untuk mengatasi karhutla yang bisa berdampak pada terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin akibat kabut asap.

“Jadi konsentrasi kami di provinsi yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Barito Kuala yang merupakan areal sekitar bandara,” jelasnya.

BACA JUGA:   Untuk Kelancaran Pemberitaan, Tiga Media Center Disiapkan pada MTQ Nasional ke-29 di Kalsel

BPBD Kalsel juga telah menerima bantuan helikopter dari BNPB baik untuk patroli udara maupun yang berfungsi untuk pemadaman titik api yaitu “water boombing” (bom air).

“Helikopter ini juga bisa diperbantukan untuk pemadaman di wilayah lain selain areal bandara yang medannya sulit dijangkau petugas di darat,” kata dia.

(ANTARA)

(Visited 29 times, 1 visits today)