HALLOWWW…Ada Pungli di Arena Sampit Karnaval, Benarkah ?

    SAMPIT – Penyelenggara kegiatan Sampit Karnaval 2017 diduga melakukan pungutan liar (pungli). Hal ini tergambar dari penarikan jasa parkir yang melebihi tarif dari retribusi peraturan daerah terkait pengelolaan parkir.

    Petugas juru parkir (Jukir) menarik patok biaya parkir dengan biaya bervariasi dari Rp 3000 hingga Rp 5000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5000 hingga Rp 10.000 bagi kendaraan roda empat.

    Padahal retribusi parkir sesuai dengan peraturan daerah berlaku Rp 2000 bagi kendaraan roda dua dan Rp 3000 bagi kendaraan roda empat. Ironisnya penarikan jasa parkir ini tidak menggunakan karcis parkir retribusi daerah.

    Kemudian beberapa waktu lalu juga ada yang kehilangan sepeda motornya. Ini menandakan bahwa petugas parkir teledor dalam menjalankan tugasnya. Masyakat yang mengeluh akan melaporkan langsung hal ini kepada Bupati Kotim H Supian Hadi melalui insta gram bupati.

    “Ini jelas melanggar peraturan daerah. Sudah tarif nya mahal karcis parkir nya tidak ada. Kenapa panitia bisa begitu. Saya yakin ini pasti ada main dengan dinas instasi terkait. Kami minta tim Saber Pungli bisa turun tangan. Walaupun waktunya cuma seminggu, tapi jika dikali ribuan motor perhari, maka berapa nilai uang yang masuk. Biasanya panitia atay dinas instasi terkait berkilah bahwa parkir yang berada diluar area Sampit Karnaval, bukan wewenang mereka. Namun jika megacu kepada Perda itu jelas bisa menjadi retribusi daerah,” ujar Amad warga Baamang kepada beritasampit (9/2/2017) malam dengan nada kesal.

    Hebatnya lagi, panitia mematok biaya untuk masyarakat yang ingin ke WC umum baik ingij buang air besar dan kecil. WC yang disiapkan panitia ini ternyata tidak gratis. Namun diminta bayaran bukan sukarela. Hal ini mengundang celotehan warga yang antre ingin ke WC tersebut. Mereka menganggap panitia sangat berlebihan dan tidak profesional.

    “Semua bayar. Ke WC bayar, parkir nya mahal. Panitia nya ini kurang bagus kayaknya. Padahal jika ini memang tujuannya unutuk memeriahkan Kabupaten Kotim, harusnya ada yang digratiskan,” celoteh Acil Erna. (jmy/beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)