Dilematis PDAM Kuala Kapuas, Masalah Apa ?

1142

KUALA KAPUAS – Disatu sisi ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), disisi lain akan memberatkan masyarakat, sehingga akan menjadi dilema bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kuala Kapuas, disamping itu juga kebutuhan air bersih merupakan pelayanan bagi masyarakat, jika masyarakat berhenti menjadi pelanggan karena kenaikan tarif maka masyarakat maka akan mengurangi pendapatan PDAM.

Karena masalah itulah, PDAM Kapuas yang beralamat di Jalan Mahakam Kuala Kapuas, menggelar work shop hari Kamis (12/10/2017) yang mengambil tema “Fasilitasi Penerapan Tarip Full Cost Recovery Pada PDAM Wilayah II.” Yang dihadiri oleh Joni perwakilan dari dinas PUPRPKP, Alexander, ST perwakilan dari Satker PUPRPKP Palangka Raya, Otang Soemantri dari Balai Sungai Wilayah II, dan Yan Hendriale dari Dispenda Kabupaten Kapuas. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Rianova, SH. Agenda acara lebih difokuskan pada peningkatan pendapatan dari PDAM untuk menambah pendapatan daerah.

Baca Juga:   TERCATAT..!!! Penomena Mobil Bak Terbuka, Sudah 31 Nyawa Melayang di Wilkum Polres Kotim

Direktur PDAM Kuala Kapuas, Widodo dalam papaparanta mengatakan apkah dengan menyesuaikan tarip guna tercapai peningkatan atau dengan cara lain yang lebih bijak. Karena penyesuaian tarip atau lebih lugasnya bahasanya “Kenaikan tarif ” bisa memberatkan pelanggan.

Widodo menilai, tidak mustahil pelanggan akan lari dikarenakan kenaikan tersebut seperti yang terjadi ditahun 2006 lalu. Di mana pelanggan banyak yang menurun atau malah berhenti menjadi pelanggan PDAM.

“Kalau dikota, air PDAM memang pilihan dari warga, tapi kalau di IKK atau di daerah kecamatan, bisa-bisa masyarakat kita akan menggunakan air sungai langsung” ungkap Widodo.

Baca Juga:   Andina T. Narang: KPP Wadah Anggota Parlemen Perempuan

Menurut Widodo, hal tersebut menjadi dilema bagi PDAM Kapuas apakah menaikan tarif atau tidak. “Saya mengusulkan jangan menyesuaikan atau menaikan tarip demi peningkatan pendapatan, tapi dengan memperluas jaringan pelayanan atau peningkatan angka KWH pemakaian air, usul Widodo. Semua tergantung dalam workshop yang akan kita lanjutkan lagi,”ujar Widodo mengutarakan pendapatnya. (one/beritasampit.co.id)

Editor : Edy R.

Komentar Facebook

comments