Setelah Meneguk Miras, Seorang Pemuda Nekat Mencuri, Dua Pelaku Buron!!

448
SANTAI.im/Bs Sugeng dengan santai menceritakan seputaran apa saja peranya dalam aksi pemalakan berujung pencurian di temani unit Reskrim Polsek Baamang. 

SAMPIT – Pengaruh minuman keras (Miras) mendasari Sugeng Prayetno (19) melakukan aksi pemalakan bersama dua orang rekannya Agus dan Febri alias Walet masuk daftar pencarian orang (DPO) hingga berujung aksi pencurian.

Berkas kasus perkara Sugeng oleh unit Reskrim Polsek Baamang di limpahkan pada Selasa (13/3/2018), ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) provinsi Kalimantan Tengah.

“Kami awalnya hanya melakukan pemalakan untuk meminta uang, namun karena kami melihat ada handphone (HP) milik korban langsung kami ambil,” ngakunya saat di bincangi setelah di lidik jaksa penuntut umum Bayu SH, Selasa (13/3/2018).

Di ceritakan Sugeng yang merupakan warga jalan Cristopel Mihing Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang aksi pemalakan tersebut dilakukan pada hari Selasa (9/1/2018) sekitar pukul 16.00 Wib di Jalan Buntu menuju Bandara H. Asan Sampit.

Baca Juga:   Kasus Truk Melindas Temannya Sendiri ini Terjadi di Dua Tempat, Benarkah?

“Saat itu saya dengan mereka (red, Agus dan Febri) naik sepeda motor jenis Honda Blade milik saya menuju arah SMPN 9 Sampit untuk minum miras. Kemudian kami nongkrong di mushola, tidak lama kami jalan ke tempat kejadian perkara (TKP) menghampiri beberapa orang korban kala itu sedang duduk yakni Satrio Ridho Ilahi, Miftahul Akbar, Gusti Muhammad Rifky, dan Almun Fariz,” ceritanya.

Lanjutnya, saat melihat sejumlah korban mereka lalu beraksi. Bukan hanya meminta uang, namun mereka juga mengambil empat buah ponsel milik para korban.

Baca Juga:   Waow.. Polres Katingan Amankan 31 Potong Kayu Ilegal Jenis MC Bentuk Log dan 1 Unit Truck

“Bukan hanya Hp yang di tangan, Hp yang ada di dalam jok motor pun kami berhasil ambil, kami kabur lalu kemudian menjual ponsel itu dengan harga Rp. 600 ribu. Saya di janjikan uang Rp. 100 ribu saat itu,” timpalnya.

Menyesali apa yang telah dilakukanya pemuda ini akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatanya yang telah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke- 4 pasal pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumanya maksimum 7 tahun.

“Belum sempat saya nikmati uang hasil penjualan Hp itu, karena langsung diamankan Polisi. Dua orang rekan saya melarikan diri ke Banjarmasin,” tambahnya.

(im/beritasampit.co.id).

Komentar Facebook

comments