Wartawan MPR Heboh Snorkeling

191

MANADO – Wartawan yang meliput di Gedung DPR sebanyak 90 orang punya kesempatan ikut Press Gathering MPR ke Menado dengan obyek wisata laut ke Pulau Bunaken merasakan kesan tersendiri terutama bagi kelompok Sonokeling sedangkan kelompok tidak sonokeling hanya lihat kedalaman laut Bunaken dengan kaca di perahu.

Berbeda dengan kelompok sonokeling yang melihat keindahan dalam laut sambil berenang dan selamkan kepala dengan alat sonokeling .

Saat mau turun ke laut melihat keindahan dalam laut Bunaken terjadilah kehebohan karena kebanyajan pemula maka saat terjun mau pakai pelindung mata aiau masker dan storkle selang alat bantu bernapas kepedihan mata setelah diusut kaca masker di dalamnya dikasih alat pembersih kaca.

Baca Juga:   Sampit Fair 2017 Resmi Dibuka Bupati Kotim, Berbagai Sajian Disediakan, Mapir Yuk !!!

Heboh kedua saat ingin melihat keindahan kehidupan laut yaitu ikan dan kerumbu karang ketika memasang storkle ke mulut kemasukan air laut dan terdengarlah saking bergantian berkata, “Asssinn!”

Ada yang menyeletuk, kok , masih diimpor garam.

Selesai sonokeling merapat ke Pulau Bunaken dengan obyek foto bersama latar belakang tulisan besar Bunaken yang oleh penduduk di sini menamakan Manado Tua. Sedangkan Manado Muda di kota.

Press Gathering dengan jadwal wisata ini dimanfaatkan wartawan cetak, elektronik dan media sosial ini sesuai dari keinginan Waket MPR Ahmad Muzani saat membuka acara itu Jumat malam (13/4).

Baca Juga:   Perjalanan Panjang Keliling Obyek Wisata Jelang Pembukaan HPN

“Press Gathering untuk wartawan itu dibuat sanralah karena mereka sudah bekerja setiap hari. Jika ada hiburan dangdut, ya, dangdutan,” katanya.

Bunaken dan sampah

Sangat disayangkan ketika berada di aras air laut untuk sonokeling ditemukan sampah dari sedotan minuman plastik juga beberapa plastik yang larut.

Padahal bagi yang naik kapal ingin sonokeling berdomisii di atas kapal menjaga sampah tidak jatuh ke laut.

Beberapa warga mengakui karena yang datang lapisan bawah kadang sampah lupa dibuang di tempatnya sehingga dibuang ke laut.

(jan/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments