Program BUMDes Tewang Pajangan Mandek, Ini Sebabnya

294
Kepala Desa Tewang Pajangan, Muliadi.

Editor: Irfan

KUALA KURUN – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan mampu menggenjot pendapatan bagi desa sekaligus menjadi rotor penggerak perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Tewang Pajangan Muliadi mengatakan, sejauh ini BUMDes di wilayahnya belum mampu menjawab semua persoalan tersebut. Alih-alih mendapatkan untung, BUMDes di desanya malah terkesan mandek alias jalan di tempat.

“SK BUMDes sebenarnya sudah dibuat sejak 2017 lalu, tapi belum bisa berfungsi selayaknya BUMDes pada umumnya. Mengingat pengurusnya saya nilai belum begitu pro aktif,” ungkapnya, Sabtu (30/3/2019).

Baca Juga:   10 Item Prioritas Pembangunan Infrastruktur Desa Jaya Kelapa APBDes 2018

Padahal, kata dia, dalam APBDes Pemerintah Desa Tewang Pajangan tahun 2019 telah menganggarkan penyertaan modal kepada BUMDes setempat untuk menjalankan usahanya.

“Padahal jika usaha BUMDes berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan, maka itu sangat membantu. Sebab ada pola bagi hasil kepada pemerintah desa nantinya,” ungkap Muliadi.

Menurutnya, salah satu bidang usaha yang dianggap cocok dan menjanjikan apabila dikelola oleh BUMDes Tewang Pajangan adalah perbengkelan.

“Karena di sini belum ada bengkel sama sekali, makanya saya arahkan pengurus BUMDes agar buka bengkel saja,” ujarnya.

Baca Juga:   Giliran Kecamatan Mendawai adakan Bimbingan Teknis Siskudes, Kecamatan Lain Kapan Ya?

Kemudian membuka gerai layanan transfer uang tunai, pembayaran kredit, isi pulsa, kuota internet, dan sejeninya. Usaha ini juga potensial, mengingat masyarakat desanya musti ke Kuala Kurun hanya untuk menabung, transfer, maupun menarik uang di rekening bank.

“Gerai seperti ini tidak membutuhkan tempat yang luas dan tidak memerlukan banyak karyawan, jadi dari sisi pengeluaran modal awal bisa ditekan,” jelasnya.

(adn/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments