Sembilan Juara OSN SMA Melaju Tingkat Nasional. Cek Dulu Nama dan Asal Sekolahnya

    SAMPIT – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI rencananya memanggil para juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA tingkat provinsi. Alasannya, pihaknya akan menyelenggarakan tingkat nasional di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Ajang bergengsi itu diselengarakan 30 Juni sampai 6 Juli 2019.

    Untuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni, Orlando Ferrari dari SMA Negeri 1 Sampit bidang matematika, Viony Shinta Dwi Cahyani dari SMA Negeri 1 Sampit bidang fisika dan Muhammad Rafi Wisnu Pratama dari SMA Negeri 2 Sampit bidang geografi.

    Sedangkan perwakilan dari kabupaten/kota di Kalteng lainnya diantaranya, Vincent Douglass Van Liem dari SMA Negeri 1 Palangka Raya, Kota Palangka Raya bidang Kimia, Reza Ali Nirwansyah dari SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat bidang komputer, Marlina Natalia dari SMA Negeri 2 Banama Tingang, Pulang Pisau bidang biologi.

    Selain itu, Imelda Tiara dari MAN Barito Selatan, Barito Selatan bidang astronomi, Yosefanny Wyne Audina dari SMA Negeri 1 Tamiyang Layang, Barito Timur bidang ekonomi dan Muhammad Syaipul Bahri dari SMA Negeri MAN Palangka Raya, Kota Palangka Raya bidang kebumian.

    Ada sembilan bidang studi yang diperlombakan diantaranya, matematika, fisika, kimia, biologi, komputer, astronomi, kebumian, ekonomi dan geografi.

    “Kami mohon bantuan untuk menugaskan para peserta dan dua pendamping dari provinsi untuk mengikuti kegiatan OSN SMA tingkat nasional,” demikian bunyi rilis ditandatangani Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto yang diterima beritasampit.co.id, Selasa (7/5/2019) malam.

    Selain itu, ada beberapa kelengkapan yang harus dibawa peserta seperti, surat tugas dari kepala sekolah, surat keterangan kesehatan dari dokter, surat keterangan tidak buta warna dari dokter khusus bidang biologi dan kimia, fotokopi kartu identitas dan atau kartu pelajar, pas foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak dua lembar dan tidak diperkenankan menggunakan t-shirt.

    Disamping itu, buku pelajaran yang dianggap perlu, jaket, kalkulator, lampu senter kecil, sepatu olahraga, khusus bidang astronomi dan kebumian, pakaian sekolah dan harian, serta perlengkapan pribadi termasuk obat-obatan selama mengikuti kegiatan.

    “Mengenai biaya dan transportasi peserta dan pendamping ditanggung oleh dinas pendidikan provinsi melalui anggaran dana dekonsentrasi pembinaan SMA,” pungkasnya.

    (ifin/beritasampit.co.id)

    Previous articleGubenur Kalteng Didemo Mahasiswa, Ini Komentar Sugianto Sabran
    Next articlePresiden ke Kalimantan Benarkah Meninjau Kesiapan Pemindahan Ibu Kota?