Perjalanan Umroh (14). Ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW Hingga Teteskan Airmata

Penulis (Maman Wiharja) saat berada dilokasi makam Nabi Muhammad SAW

MADINAH – Perjalan singkat umroh rombongan jamaah asal Pangkalan Bun akhirnya ditutup dengan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Disinilah pusat para jemaah dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia memanfaatkan kesempatan berharga ini saat berada di Kota Madinah.

Namun bukan hal yang mudah untuk berziarah ke makam Nabi terakhir ini, karena peziarah harus antre bersama jutaan jemaah lain. Para jemaah biasanya berjalan dalam satu rombongan agar tidak terpencar.

Makam Nabi ditandai dengan pintu berlapis emas dan warna karpet kehijauan berbeda dengan warna karpet lainnya di dalam masjid. Tepat di sebelah makam dan mimbar Rasulullah terdapat raudhah yang mempunyai arti taman surga.

BACA JUGA:   Berikut Daftar Penginapan Gratis Haul Abah Guru Sekumpul Ke-15

Raudhah adalah sebuah bilik kecil di mana doa-doa yang dipanjatkan di sini diyakini akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dan di tempat inilah hampir sebagian besar umat Islam yang datang menangis sambil tak henti-hentinya bermunajat pada Sang Maha Kuasa.

“Tujuan kita berkunjung ke Maqbaroh Rasul Allah yang terahkir, tiada lain mengucapkan salam/ pamitan, kemudian kita berdoa kepada Allah bahwa, kita, orang tua, anak dan sudara kita diampuni dosa-dosanya. Dijauhkan dari segala penyakit dan dilimpahkan rizkinya,” kata H Mukid Faturahman pemandu ibadah Umroh usai salat Asyar berjamaah di Masjid Nabawi.

BACA JUGA:   DLH Kobar Kampanyekan Aksi Pungut Sampah dan Tanam Pohon

Kemudian setelah rombongan salat sunat berjamaah, rasanya berat meninggalkan Masjid Nabawi, sama seperti meninggalkan Masjidil Haram, semua rombongan termasuk penulis hanya bisa meneteskan airmata.

Meski terbata-bata dan berat melangkah Bus tetap melaju kembali ke Masjid Kuba yang kedua kalinya dan semua rombonganpun kembali menuju bandara Madinah.

Laporan Maman Wiharja

Dari Madinah

(Bersambung)