Dampak Corona, Bamsoet Minta Pemerintah Harus Cepat Antisipasi PHK Massal

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Dok: Istimewa

JAKARTA— Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, saat ini sudah ada informasi perusahaan yang akan melakukan PHK kepada para pekerja sebagai imbas dari pandemi corona (Covid-19).

Menanggapi hal itu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengakui dengan melemahnya sektor perekonomian akibat wabah Covid-19 yang membuat sejumlah pekerja buruh, pekerja informal terancam kehilangan pekerjaan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

BACA JUGA:   Sindikat Pembobol Alfamart di Bekasi Diringkus Resmob Polda Metro
800

Untuk itu Bamsoet meminta pemerintah agar dalam menentukan kebijakan ekonomi dan insentif yang diberikan, mestinya memperhatikan masyarakat menengah kebawah dan sektor non-formal yang lebih rentan terancam dalam situasi saat ini.

“Jadi pemerintah mempertimbangkan realokasi dana infrastruktur untuk menjaga perekonomian kelompok masyarakat yang paling rawan terdampak seperti pekerja kontrak/buruh, mengingat mereka harus diprioritaskan untuk diberikan bantuan,” ujar Bamsoet, Rabu, (1/4/2020).

Selain itu, Bamsoet mengingatkan pemerintah memastikan berjalannya penambahan dana program sembako murah dan bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja di sektor non-formal.

BACA JUGA:   Lawan Covid-19 di Sulsel, YGBI Gandeng INI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Juga anggaran untuk memberikan diskon pajak hotel, maupun restoran bagi pelaku usaha di sektor tersebut, agar dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat dan mencegah terjadinya PHK, kata Bamsoet.

“Intinya pemerintah membuat kebijakan yang menjamin buruh terhindar dari ancaman kehilangan pekerjaan ditengah masa wabah covid-19,” pungkas Bambang Soesatyo.

(dis/beritasampit.co.id)