Kotim Zona Merah, Ini Pandangan dan Saran BPP HIS Cegah Covid-19

IST/BERITA SAMPIT - Pengurus Hatukep Itah Samandiai saat foto bersama.

SAMPIT – Dalam menyikapi Covid-19 pemerintah harus bisa melakukan pemaksimalan identifikasi orang-orang pada akses keluar masuk Kotawaringin Timur (Kotim) harus benar-benar dimaksimalkan baik jalur udara, darat dan air.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat Hatukep Itah Samandiai (BPP HIS) Wawan Setiawan. Menurutnya, hal itu tidak hanya dalam bentuk pendataan, namun juga pengecekan konkrit hingga berkala jika perlu didampingi petugas kesehatan. Hingga benar-benar dinyatakan aman, “Jangan sampai ada yang kecolongan, dibeberapa kali terjadi, jika itu terjadi maka kita semua beresiko,” tutur Wawan, Minggu 5 April 2020.

800

Selain itu menurut Bendahara Umum HIPMI Kotim bahwa efek atas wabah covid-19 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Hal ini katanya, perlu disikapi dengan serius, mengingat apabila krisis ekonomi ini terus menerus terjadi, akan mengakibatkan penghasilan berkurang atau hilangnya penghasilan, beresiko akan berdampak pada distabilitas sosial hingga meningkatnya kriminalitas.

“Maka dari itu kami harap ada upaya sinergi untuk mengurangi beban ekonomi berupa kebijakan pangan untuk stabilitas kebutuhan pokok masyarakat di tengah wabah covid-19 ini,” harapnya.

BACA JUGA:   Kabar Baik, Kembali 2 Pasien Positif Covid 19 di Kotim Sembuh

HIS yang diisi diisi berbagai Komunitas yang berhimpun di Kota Sampit ini juga meminta edukasi serta sosialisasi sosial distancing atau phisichal distancing perlu dimaksimalkan, sebelum benar-benar terlambat. Maka dari itu pihak HIS katanya, sangat menyesalkan masih banyak oknum yang cuek dan acuh serta remeh dengan imbauan protokoler Pemerintah saat ini.

“Sudah banyak negara besar yang gigit jari dengan wabah ini, cukup jangan sampai kitapun merasakannya. Libatkan semua influencer offline dan online di Kota Sampit, seperti Youtuber, Instagram, facebook, buat sebuah kampanye simple, menarik dan to the point, sehingga benar-benar bisa dimengerti bahayanya Covid19 dan sikap tindak yang diambil untuk mencegah wabah ini menyebar,” tegasnya.

Lebih jauh Wawan mewakili suara organisasi yang tergabung di dalam HIS, juga berharap penyemprotan disinfektan dimaksimalkan pada lingkungan atau benda yang intensitas sosial interaksinya tinggi, terlebih pada benda-benda yang berpotensi tersentuh fisik manusia.

BACA JUGA:   Sempat Mereda, ODP dan PDP di Kotim Kembali Bertambah

“Kami harap pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan, sehingga menimbulkan rasa aman, tanpa mengindahkan kewaspadaan resiko bisa terjadi dimana saja,” imbuhnya.

Sementara itu Nur Firmansyah, koordinator pemuda-pemudi Kotim peduli mengatakan, kota Sampit kini sudah memasuki Zona Merah, hal ini tidak menutup kemungkinan akan memunculkan korban baru dari wabah Covid-19 itu.

“Zona hijau bisa didapatkan kembali apabila kita bisa kooperatif mengikuti anjuran pemerintah, mengingat data menunjukan pola peningkatan, bukan pengurangan. Dimulai dari sekarang kami harap seluruh masyrakat semua, jangan panik namun tetap waspada. Berbenah mulai dari diri kita untuk jalankan himbauan pemerintah untuk karantina diri, #kitadirumahaja dan berperilaku hidup sehat dan bersih. jaga diri, keluarga dan bangsa lawan corona,” jelasnya.

Tidak lupa pihaknya juga memberikan apresiasi dengan segala upaya pemerintah dalam pencegahan corona masuk, “Sebelum virus itu masuk atau sudah masuk, mari lebih sigap dan kritis dalam membijakinya serta lakukan sinergi yang masif dengan semua pihak,” tutupnya. (im/beritasampit.co.id).