DPRD Provinsi Nilai Pelabuhan Bahaur Perlu Direnovasi

Wiyatno

PULANG PISAU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Wiyatno mengatakan Pelabuhan Laut Bahaur yang terletak di Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau, perlu dilakukan renovasi.

Pelabuhan tersebut perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas. pembenahan diantaranya, peningkatan fasilitas parkir, pergudangan, ruang tunggu penumpang serta fasilitas lainnya.

“Pelabuhan Bahaur ini pada akhirnya diharapkan menjadi tempat bongkar muat barang. Apakah alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, obat-obatan dan lain-lain selain mobilitas penumpang dan barang,” Ujar Wiyatno saat dihubungi wartawan, beberapa waktu yang lalu.

Politikus PDIP itu juga mengharapkan Bupati Pulang Pisau agar lebih aktif melakukan upaya pendekatan dengan Kementerian Perhubungan dalam pembenahan pelabuhan itu guna peningkatan kapasitas penumpang dan angkutan. Mengiat Pulang Pisau merupakan tempat kegiatan food estate.

BACA JUGA:   DPRD Usulkan KPU Menambah TPS

“Saya juga menginginkan ke depan Pulang Pisau menjadi kabupaten niaga,” harap Wiyatno.

Pelabuhan laut Bahaur juga kedepan bisa menjadi salah satu pintu gerbang perekonomian di Kalteng, sehingga kabupaten Pulang Pisau dan sekitarnya tidak lagi ketergantungan pada pelabuhan laut propinsi lain. Terlebih pelabuhan Bahaur sangat memiliki potensi untuk dikembangkan lagi.

Wiyatno mengaku, dirinya sangat konsen terhadap peningkatan fasilitas dan kapasitas pelabuhan Bahaur. Karena, lanjut dia, pada akhirnya pelabuhan itu akan menjadi sentra perekonomian bagi kabupaten Pulang Pisau dan sekitarnya dari aktivitas bongkar muat barang dan angkutan penumpang.

BACA JUGA:   Bahas UU Cipta Kerja, DPRD Kalteng Bersama Perwakilan Mahasiwa Segera Bertemu Presiden

Dia mengungkapkan, pelabuhan Bahaur memiliki dermaga sandar dengan panjang 85 meter, lebar 20 meter, kapasitas penumpang 350 sampai 500 orang. Sedangkan kapasitas untuk kendaraan campuran 40 sampai 50 unit.

Terkait akses jalan dari kabupaten Pulang Pisau menuju pelabuhan, menurut dia tidak ada masalah karena sudah beraspal. “Hanya ada beberapa titik yang perlu peningkatan dan perawatan,” ucapnya.

Dalam reses itu Wiyanto juga mengharapkan, Kemenhub melakukan pembenahan dermaga feri Mintin-Anjir Sampit dan Pangkoh Hulu.

“Selain perlu pembenahan dermaga juga perlu adanya armada kapal feri yang memadai. Karena ke depan aktivitas di kawasan itu akan semakin meningkat seiring berjalannya kegiatan food estate,” tandasnya.

(M.Slh/BeritaSampit.co.id)