Satgas TMMD Andalkan Gerobak Untuk Angkut Material Perbaikan Jembatan

IST/BERITA SAMPIT - Gerobak ditarik sepeda motor menjadi andalan untuk pengangkutan material dalam kegiatan TMMD Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut.

SAMPIT – Banyak tantangan yang harus dihadapi Satuan Tugas TMMD Reguler ke-109 dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah itu.

Untuk mengangkut material, Satgas TMMD harus membawanya dari desa lain menggunakan kapal dengan menyisir dan menyeberangi Sungai Mentaya selebar 1,2 kilometer. Kayu ulin dan papan itu dinaikkan ke dermaga, kemudian dibawa ke lokasi perbaikan jembatan menggunakan gerobak yang ditarik sepeda motor.

Kecamatan ini memang masih terisolasi dari pusat kota sehingga belum ada mobil yang bisa digunakan untuk mengangkut material. Jadilah gerobak menjadi andalan Satgas TMMD untuk mengangkut material.

“Begitulah kondisinya. Tapi alhamdulillah kami bersyukur semua bisa diatasi dengan baik. Saya bangga dengan anggota saya yang bekerja dengan penuh semangat dan disiplin karena ini adalah bagian dari pengabdian kepada rakyat,” kata Komandan Kodim 1015/Spt Letkol Czi Akhmad Safari, Jumat 9 Oktober 2020.

BACA JUGA:   TMMD ke-109 Kodim 1015/Spt Koordinasi Terus Ditingkatkan

TMMD Reguler ke-109 dilaksanakan di Desa Bapinang Hilir, Babirah dan Bapinang Hulu Kecamatan Pulau Hanaut. Sebanyak 150 personel dikerahkan, terdiri dari anggota TNI, Polri dan masyarakat yang bekerja secara gotong-royong.

Ada lima sasaran fisik yang ingin dicapai yaitu sasaran jembatan Handil Gayam berukuran panjang 15,30 meter dan lebar 3,80 meter yang berlokasi RT 11/ RW 4 Desa Bapinang Hilir.

BACA JUGA:   Bantu Alat Tulis Kepada Anak di Pelosok

Sasaran jembatan Handil Samsu berukuran panjang 42 meter dan lebar 3,80 meter berlokasi di RT 12/RW 4 Desa Bapinang Hilir. Sasaran jembatan Sie Babirah berukuran panjang 42 meter dan lebar 3,80 meter RT 07/RW 03 Desa Babirah.

Sasaran fisik lainnya yaitu perbaikan Musala Al Hidayah berukuran panjang 6,50 meter dan lebar 6,50 meter di Desa Bapinang Hulu dan pembangunan pos terpadu di Desa Bapinang Hulu.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari pemerintah serta masyarakat. Saya optimistis semua selesai sebelum kegiatan ditutup. Mudah-mudahan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat kita,” pungkas Akhmad Safari. (Rls/beritasampit.co.id).