7 Korban Penambang Emas Sulit Dievakuasi, Bupati Kobar Perintahkan Bangun Batu Nisan

MAN/BERITA SAMPIT - Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat menggelar Jumpa Pers.

PANGKALAN BUN – Setelah Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya Haryadi menyampaikan penjelasan Tim SAR Gabungan telah melakukan proses pencarian kepada 7 korban penambang emas, namun saat ini masih sangat sulit untuk dievakuasi.

“Sebelumnya Tim SAR Gabungan telah maksimal melakukan operasi pencarian namun terkendala oleh berbagai faktor, jadi secara teknis proses evakuasi dinyatakan ditutup,” kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah pada acara jumpa pers, Rabu 25 November 2020.

Menurutnya, musibah tersebut sudah kehendak Allah SWT, dan sebagai bentuk kepedulian dan duka yang sangat mendalam atas musibah 7 korban yang masih terkubur di dalam lubang kedalaman 65 meter, Pemkab Kobar akam membangun batu nisan di atas lokasi lubang.

BACA JUGA:   Bhabinkamtibmas Polsek Arut Selatan Sosialisasi Protokol Kesehatan Pada Warga Binaan

“Ini adalah musibah kita bersama, atas nama Pemkab Kobar saya menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa saudara kita asal Jabar, semoga keluarga diberikan kesabaran dan ikhlas,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi terjadi musibah susulan, Pemkab Kobar juga akan menutup semua bekas lubang tambang emas yang banyak tersebar di wilayah Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya Haryadi, dalam jumpa pers sebelumnya menyampaikan penjelasan bahwa penutupan proses SAR ini telah dilakukan selama 7 hari sesuai dengan Standar Operasi Prosedur.

“Apabila dalam kurun waktu tersebut masih belum membuahkan hasil, maka operasi SAR dinyatakan ditutup, namun akan terus dilakukan pemantauan di lokasi kejadian,” jelas Haryadi.

BACA JUGA:   Kondisi Terus Membaik, Bupati Kobar : Jangan Remehkan Covid-19

Seperti telah diberitakan sebelumnya, 10 penambang emas liar di dalam lubang kedalaman 65 meter terjebak lumpur, kemudian Tim SAR Gabungan melakukan pencarian kedalam lubang. Pada hari kesatu dan kedua baru ditemukan 3 korban.

Sementara 7 korban masih tertimbun lumpur di dalam lubang, kemudian Tim SAR kembali melakukan pencarian, namun karena terkendala lubang yang sempit hanya 75-80 cm dan sampai kebawah malah semakin sempit, tertutup lumpur. Akhirnya pada hari ke 7, pencarian ditutup. (Man/beritasampit.co.id).