Desa Rawa Sari Perkenalkan Bundaran Lemon, Siap Bangun Pulau Hanaut Cemerlang

CINDERAMATA : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Kades Rawa Sari menyerahkan cinderamata kepada para kepala desa berupa plakat Bundaran Lemon yang diprogreskan tahun 2021.

SAMPIT – Momentum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke IV tingkat Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang dipusatkan di Desa Rawa Sari, 29-31 Desember 2020, dimanfaatkan untuk memperkenalkan rencana pembangunan ‘Bundaran Lemon’.

Hanya saja, Bundaran Lemon itu masih berbentuk plakat yang dibagikan kepada 14 kepala desa bahkan para juara MTQ ke IV tingkat Kecamatan Pulau Hanaut tahun 2020.

“Yang jelas, Bundaran Lemon itu tetap akan kami bangun di Desa Rawa Sari,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto kepada wartawan beritasampit.co.id, Sabtu 2 Januari 2021.

BACA JUGA:   Polres Kotim Turunkan 250 Personel Amankan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati

Sigit menjelaskan, Bundaran Lemon merupakan simbol bagi Desa Rawa Sari. Sebab, desa yang dulunya bernama Dusun Babaluh Kecil itu sudah memiliki produk unggulan desa berupa minuman segar dan menyehatkan yakni, Water Lemon.

“Selain buah jeruk lemon, nanti juga akan dibangun patung berbentuk ‘kambing’ karena warga desa kami tidak hanya berprofesi di sektor pertanian bahkan peternakan,” tegas mantan Sekdes Rawa Sari ini.

PLAKAT : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Rencananya Desa Rawa Sari Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng, akan membangun Bundaran Lemon.

Ditanya kapan Bundaran Lemon akan dibangun?, Sigit menegaskan, apabila dananya tersedia maka progres itu akan dilaksanakan tahun 2021.

“Doakan saja semoga tahun ini terwujud dan mengenai lokasi pembangunan Bundaran Lemon akan dirundingkan dengan warga desa,” ujarnya.

BACA JUGA:   ABK Hilang di Tanah Mas Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

Sigit mengungkapkan, apabila jalan tembus dari Mentaya Seberang Kecamatan Seranau menuju Desa Rawa Sari terwujud tahun 2021, ke depan dirinya tidak hanya akan membangun Bundaran Lemon bahkan Bundaran ‘Pulau Hanaut Cemerlang’ berbentuk tangan mengepal.

Dia berkeinginan apabila pembangunan Bundaran ‘Pulau Hanaut Cemerlang’ itu benar-benar terealisasi, Kecamatan Pulau Hanaut yang dipimpin H Eddy Mashami akan dikenal lebih luas lagi tidak hanya dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, bahkan wisata serta berbagai produk unggulan desa.

(ifin/beritasampit.co.id)