Mengenal Buah Simalakama, Tanaman Beracun Yang Berkhasiat

SAMPIT – Bagaikan Buah Simalakama, pribahasa ini sangat sering kita dengar atau ucapkan. Dalam KBBI, perumpamaan buah simalakama diistilahkan, buah yang baik dimakan maupun tidak dapat menyebabkan bencana, keadaan yang serba salah, apa pun yang dilakukan akan mendatangkan kesulitan (kondisi yang serba salah).

Ternyata buah simalakama (bahasa melayu) dikenal dengan sebutan Mahkota Dewa. Pohon Mahkota Dewa atau bahasa ilmiahnya Phaleria Macrocarpa, berasal dari Papua. Tanaman ini juga banyak tumbuh di beberapa daerah lainnya.

Di daerah lain tanaman ini juga punya beberapa sebutan lain seperti makutadewa, makutoratu, makutorojo, obat dewa dan lainnya.

Tinggi pohonnya berkisar antara 1 hingga 1,5 meter dengan batang berwarna cokelat dan kayu berona putih. Jika dirawat dengan baik tingginya bisa mencapai 4 meter. Biasa digunakan sebagai tanaman peneduh atau tanaman hias di pekarangan.

BACA JUGA:   Bea Cukai dan BNNP Kalteng Gagalkan Pengiriman Ganja Ke Sampit

Buah Simalakama (mahkota dewa) adalah buah yang memiliki kandungan racun yang cukup tinggi, terutama pada bagian bijinya.

Sebelum matang buahnya berwarnanya hijau pekat, dan kemudian akan berubah keunguan dan saat sudah matang berwarna menjadi merah merona. Ukurannya sebesarpun bola pingpong.

Menariknya, tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman obat-obatan, yang berfungsi sebagai antikanker. Selain itu, buah ini juga bermanfaat sebagai penghilang racun dalam tubuh, antialergi, antiradang, dan mengurangi kadar risiko penyakit jantung, serta beberapa penyakit lainnya.

Dalam Jurnal Ilmiah Biodiversitas,Pusat Penelitian Bioeknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (2007) menyebutkan, bahwa di dalam kulit buah mahkota dewa terkandung senyawa alkaloid, saponin, dan flavonoid. Bijinya dianggap beracun sehingga hanya digunakan sebagai obat luar untuk menyembuhkan penyakit kulit. Batang tanaman mahkota dewa yang bergetah digunakan untuk memulihkan sakit kanker tulang.

BACA JUGA:   Dinsos Kotim Serahkan Bansos Korban Kebakaran di Desa Penyaguan

Kandungan buah mahkota dewa seperti zat alkaloid, saponin, falavonoid,polifenol dan senyawa kimia aktif lainnya membuat buah ini direkomendasikan sebagai pengobatan herbal.

Apabila seseorang memakannya akan menyebabkan sariawan, mabuk hingga kejang-kejang.

Namun, dibalik semua manfaatnya yang begitu luar biasa, tanaman ini mengandung racun terutama bagian bijinya. Jika dimakan, biji buahnya akan menyebabkan sariawan, mabuk hingga kejang. Bahkan dosis berlebihan dari penggunaan buah ini juga dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama untuk ibu hamil.

Beberapa fakta itulah, baik dari manfaat atau khasiat dan resiko keracunan yang ditimbulkan, mungkin yang dimaksudkan dalam pepatah “bagaikan buah simalakama”. Pasalnya, selain bermanfaat buah simalakama juga mengandung racun yang dapat menimbulkan efek yang cukup serius apabila tidak hati-hati dalam pengolahannya. (Jun/ beritasampit.co.id).