Sudah Tau Belum Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban?

Ilustrasi.

SAMPIT – Bulan Rajab tahun ini digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Sya’ban ditetapkan jatuh pada hari Senin, 15 Maret 2021. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan hilal pada hari Sabtu, 13 Maret 2021 yang lalu. Dari pengamatan dan perhitungan tersebut, maka malam nisfu Sya’ban 1442 Hijriyah jatuh pada hari Minggu, 28 Maret 2021 (malam Senin) berdasarkan kalender masehi. Malam nisfu Sya’ban, adalah hari di pertengahan bulan Sya’ban (kalender Hijriyah).

Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban, yakni malam pengampunan dosa, “malam berdoa dan malam pembebasan. Sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah.

Anjuran untuk memperbanyak doa selama bulan ini tertuang dalam hadis riwayat Abu Bakar, bahwa Rasulullah bersabda: “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Hadist riwayat Al-Bukhari, mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW sering menunaikan puasa sunah pada nisfu syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya.

BACA JUGA:   Angka Covid-19 Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Disiplin Prokes

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Ummul Mukminin Sayyidatina Aisyah RA. Beliau mengatakan:

“Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpuasa sunnah sebanyak saat puasa di bulan Syaban, bahkan Nabi Muhammad SAW sampai pernah berpuasa sebulan penuh pada bulan Syaban itu sambil mengatakan: “Perbanyaklah amal shaleh kalian khususnya pada bulan ini semampu kalian, karena Allah SWT tidak akan pernah bosan untuk menerima dan membalas amal kalian sampai kalian yang bosan”.

Dilansir dari NU online, pada nisfu sya’ban, Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi umat muslim. Nisfu Sya’ban merupakan malam penuh keutamaan, kemuliaan dan keberkahan. Untuk itu untuk itu umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan berdoa serta melakukan amalan-amalan, seperti perbanyak sholawat, berpuasa, bersedekah, perbanyak dzikir dan istighfar dan amalan baik lainnya.

Dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Majah dalam as-Sunan dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang maknanya: “Apabila tiba malam nisfu Sya’ban, maka hidupkan malamnya dan berpuasalah di siang harinya”.

Artinya, bangunlah di sebagian besar malam itu dan isilah dengan shalat, baca surat Yasin atau surat-surat lainnya dalam Al-Qur’an, dzikir, doa dan kebaikan-kebaikan yang lain.

BACA JUGA:   Kasus Narkoba Masih Tinggi di Wilayah Kecamatan MB Ketapang Kotim

Doa di pertengahan malam, lebih-lebih di sepertiga malam terakhir adalah ibadah yang agung dan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah.

Dalam hadist riwayat al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, maknanya “Apabila tiba malam nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya”.

Oleh karena itulah, Imam Syafi’i menegaskan dalam kitab al-Umm, “Telah sampai berita kepada kami bahwa dulu pernah dikatakan, sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam, malam jum’at, malam hari raya idul adha, malam idul fitri, malam satu Rajab dan malam nisfu Sya’ban’.

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam al-Fatawa al-Kubra mengatakan, “Kesimpulannya bahwa malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan, dan terjadi pengampunan dosa secara khusus serta pengabulan doa secara khusus. Dari sini-lah Imam Syafi’i mengatakan bahwa doa dikabulkan di malam nisfu Sya’ban”.

(jun/beritasampit.co.id)