27 Kabupaten/Kota di Luar PPKM Jawa dan Bali Masuk Zona Merah

IST/BERITA SAMPIT - Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19.

JAKARTA – Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, saat ini terdapat 96 kabupaten/kota yang masuk zona merah atau risiko penularan tinggi dan 27 di antaranya berada di luar PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Ke-27 kabupaten/kota diluar PPKM Darurat Jawa-Bali itu adalah Banda Aceh, Aceh Tengah, Bengkulu, Batanghari, Singkawang, Pontianak, Kotawaringin Timur, Palangkaraya, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tanjungpinang, Kota Batang, Bintan.

Kemudian Bandar Lampung, Lampung Utara, Pringsewu, Ambon, Ternate, Fakfak, Kendari, Konawe, Bukittinggi, Padang Pariaman, Lahat, Musi Banyuasin, dan Palembang.

“Setelah beberapa minggu didominasi dengan pulau Jawa, di Minggu ini Kalimantan Timur masuk ke dalam salah satu provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi,” ujar Wiku dalam keterangan pers yang dipantau dari Jakarta, Selasa 6 Juli 2021.

BACA JUGA:   Raja Mangkunegara IX Akan Dimakamkan di Astana Giri Layu

Dilansir dari Antara, dalam sepekan terakhir, kasus penularan di provinsi diluar PPKM Darurat Jawa dan Bali meningkat sebesar 61,8 persen. Kontribusi kasus paling banyak dari Kalimantan Timur sebesar 1.749 kasus, NTT 1.269 kasus, Sumatera Barat 1.160 kasus, Riau 853 kasus, dan Sulawesi Selatan 791 kasus.

Wiku mengatakan, bagi Pemda di 27 kabupaten/kota non-Jawa dan Bali itu wajib meningkatkan penanganan COVID-19 agar mencegah kenaikan kasus lebih tinggi lagi. Pemda juga diminta untuk memastikan fasilitas layanan kesehatan cukup dan memadai sehingga seluruh pasien COVID-19 dapat ditangani dengan baik.

“Masyarakat juga jangan lengah karena kewaspadaan yang diwujudkan dengan protokol kesehatan yang ketat dapat mencegah penularan semakin meluas,” kata dia.

Sementara untuk wilayah zona oranye (risiko sedang) sebanyak 293 kabupaten/kota, zona kuning (risiko rendah) 109 kabupaten/kota, dan zona hijau (tak ada kasus) 15 kabupaten/kota.

BACA JUGA:   Raja Mangkunegara IX Meninggal Dunia

Wiku juga memaparkan, bahwa tingkat keterisian ruang perawatan (Bed Occupancy Ratio/BOR) rumah sakit rujukan pasien positif di enam provinsi di pulau Jawa sudah di atas 80 persen. Di luar Jawa dan Bali terdapat 14 kabupaten/kota yang telah berada di atas 50 hingga 80 persen. Ia mendorong pemerintah daerah agar menambah tempat isolasi terpusat.

“Keterisian yang tinggi ini telah diupayakan oleh masing-masing daerah untuk dimitigasi dengan meningkatkan fasilitas isolasi terpusat dan peningakatan pengawasan pasien. Tingginya BOR di provinsi ini perlu ditindaklanjuti. Mohon bagi pemerintah daerah untuk mulai mengonversi dan menambah tempat isolasi terpusat di wilayahnya masing-masing,” katanya.

(BS-65/beritasampit.co.id)