Penerbangan Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Mengalami Peningkatan

PENGECEKAN : Hardi/BERITA SAMPIT - Petugas saat melakukan pengecekan data penumpang pesawat

PALANGKA RAYA – Di tengah pandemi Covid-19 semua sektor usaha mengalami kesulitan. Salah satunya Transportasi udara khususnya pesawat. Hal itu juga terjadi di Bandara Udara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Provinsi Kalteng.

Hal ini terefleksikan dengan masih rendahnya jumlah penumpang pesawat, kendati begitu. Menurut EGM PT Angkasa Pura II Persero Bandar Udara Tjilik Riwut Siswanto pergerakan Pesawat di Bandar Udara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya perlahan pengalami peningkatan.

“Hari Ini ada empat penerbangan masuk, dan keluar seperti Garuda dari Jakarta, Batik Air dari Jakarta, Citilink dari Surabaya, dan Susi Air yang menuju Puruk Cahu. Memang kalau dibandingkan dengan waktu sebelumnya, kita akui mengalami penurunan dalam penerbangan, dan penumpang yang mencapai 74 persen,” kata Siswanto, Kamis 5 Agustus 2021.

Dia juga menyebutkan pergerakan pesawat beberapa hari ini mulai menunjukan tren cukup bagus. Ia mencontohkan pesawat Garuda yang awalnya seminggu hanya dua kali penerbangan sekarang sudah tiga kali penerbangan.

BACA JUGA:   Pemkot Palangka Raya Mendata Anak Yatim Piatu untuk Diberi Bantuan

“Selain itu untuk Citilink akan menambah rute penerbangan dari Jakarta langsung ke Palangka Raya, dimana saat ini izinnya masih dalam proses di direktorat jenderal perhubungan udara,” ucapnya.

Pihaknya juga memastikan penerapan protok kesehatan akan terus menjadi perhatian khusus, bahkan menurut Manager Operasi dan Pelayanan Bandara Tjilik Riwut, Raden M Hudaya Kusuma setiap calon penumpang terlebih dahulu sebelum memasuki bandara juga dilakukan pengecekan protokol kesehatan.

“Selain itu tahapan protokol kesehatan untuk penumpang, dengan melakulan pengecekan suhu badan di pintu keberangkatan, selain itu dilakukan pengecekan dokumen kesehatan, dan penerbangannya,” tandasnya.

Kemudian pemeriksaan aplikasi Pedulilindungi yang sesuai dengan surat edaran dari kementerian kesehatan nomor 847, yang dimana setiap pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui transportasi udara wajib memiliki aplikasi tersebut, sehingga data PCR dan vaksin datanya akan terintegrasi dalam aplikasi Pedulilindungi.

BACA JUGA:   Faridawaty Ajak Pelajar Kunjungi Museum Balanga

“Melalui aplikasi tersebut apabila sudah dinyatakan layak terbang, para pengguna jasa bisa masuk kedalam untuk proses cek in dan akan diberi boarding pass. Selain itu misal datanya tidak valid makan akan dilakukan verifikasi secara manual, oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” lugasnya.

Begitu pula dengan kedatangan penumpang, kita akan menggunakan menggunakan verifikasi dokumen Electronic – Health Alert Card (E-HAC) yang akan dilakukan oleh petugas KKP dan suhu penumpang yang datang akan di scan menggunakan thermo scanner yang sifatnya universal yang mampu mengecek suhu penumpang yang datang.

(Hardi/Beritasampit.co.id)