Kepala Dinkes Kalsel Perkirakan Banyak Vaksin Tambahan Akan Segera Tiba

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi kedatangan vaksin.

BANJARMASIN – Hingga menjelang akhir Agustus 2021, Kalimantan Selatan masih belum mendapatkan pasokan vaksin yang cukup untuk sasaran yang dituju. Wacana Kalimantan Selatan akan mendapatkan vaksin lebih banyak di minggu ketiga hingga kini juga belum terealisasi.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto berjanji akan menambah pasokan vaksin Covid-19 ke Kalsel, saat kunjungan kerjanya ke Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalsel, beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Dinkes Kalsel, H. M. Muslim, Minggu (29/8/2021), minimnya kiriman vaksin dari Pemerintah Pusat membuat realisasi tidak maksimal. Vaksin yang tersedia saat ini hanya sekitar 132 ribu dosis, sedangkan sasaran yang belum disuntik masih jutaan orang.

Muslim menjelaskan, dari sasaran 3.161.137 orang, baru 16,4 persen yang sudah disuntik dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua hanya 11,3 persen.

Dari 14,4 persen yang sudah disuntik vaksin dosis pertama, dia mengungkapkan, paling tinggi baru di sasaran kelompok petugas pelayanan publik dengan capaian 106 persen dan petugas kesehatan 104 persen.

“Capaian rendah ada di kelompok lansia, masyarakat rentan, remaja dan umum,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel ini, Senin 30 Agustus 2021.

Dia merincikan, berdasarkan data terakhir, kelompok lansia yang sudah disuntik vaksin dosis pertama baru 9,8 persen. Untuk masyarakat umum dan rentan, 6,51 persen. “Kalau kelompok remaja baru 2,4 persen,” rincinya.

BACA JUGA:   Pegunungan Meratus Berpeluang Besar Jadi UNESCO Global Geopark

Kemudian, Muslim berharap, Pemerintah Pusat dapat lebih banyak mendistribusikan vaksin ke Kalsel agar pencapaian vaksinasi bisa lebih tinggi.

“Karena rata-rata progres vaksinasi kita sehari sampai 19 ribuan. Kalau stok vaksin cuma 100 ribu, hanya bertahan beberapa hari,” paparnya.

Namun dia menerangkan, kabar terbaru yang didapat pihaknya, Pemerintah Pusat bakal mengirim banyak vaksin ke Kalsel. “Kalau tidak akhir bulan ini, mungkin awal bulan depan. Kita tunggu saja,” terangnya.

Muslim mengaku, selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait keperluan vaksin di Kalsel. “Kami sudah sampaikan ke pusat bahwa target sehari antara 19 ribu sampai 22 ribu. Jadi, keperluan ini selalu kami minta,” ujarnya.

Karena menurutnya, semakin banyak progres vaksinasi, maka herd immunity akan segera terbentuk. “Kalau melihat kondisi saat ini, kita tidak tahu kapan herd immunty terbentuk. Karena untuk membentuknya , minimal sasaran vaksinasi sudah mencapai 70 persen,” paparnya.

Berdasarkan data Dinkes Kalsel yang diambil dari data Dinkes Kabupaten/Kota di Kalsel, penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 358 orang.

Ratusan pasien itu berasal dari Kota Banjarmasin 77 orang , Kota Banjarbaru 47 orang , Kabupaten Tabalong 46  orang , Kabupaten Banjar 43 orang , Kabupaten Tanah Laut (Tala) 37 orang , Kabupaten Barito Kuala (Batola) 24 orang , Kabupaten Balangan 18 orang.

BACA JUGA:   DPRD Kalsel Harapkan Jembatan Alalak I Segera Diresmikan

Kemudian dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) 16 orang , Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 14 orang , Kabupaten Kotabaru 12 orang , Kabupaten Tapin 9 orang , Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) 8 orang dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 7 orang.

Pasien dilaporkan sembuh sebanyak 760 orang, berasal dari tempat karantina di Kota Banjarbaru 271 orang, Kabupaten Tanbu 150 orang , Kota Banjarmasin 129 orang, Kabupaten HST 45 orang, Kabupaten Batola 42 orang.

Kemudian dari tempat karantina di Kabupaten Tabalong 26 orang, Kabupaten Tapin 21 orang, Kabupaten Balangan 21 orang, Kabupaten Banjar 20 orang, Kabupaten HSS 20 orang, Kabupaten HSU 12 orang dan Kabupaten Kotabaru 3 orang.

Sedangkan pasien yang dilaporkan meninggal sebanyak 9 orang, berasal dari Kabupaten Banjar 3 orang, Kabupaten HSU 2 orang, Kabupaten Kotabaru 2 orang, Kota Banjarbaru 1 orang dan Kabupaten HST 1 orang.

Dengan penambahan tersebut, maka total warga Kalsel yang terpapar menjadi 65.293 orang,  pasien sembuh 54.934 orang, dirawat 8.236 orang, meninggal 2.123 jiwa, dan suspek 659 orang.

Sedangkan angka serangan naik menjadi 1.511, angka kematian menurun menjadi 3,25. Kemudian, dalam tujuh hari terakhir kasus positif menurun – 37,5 persen, kasus aktif menurun -26,5 persen. (Mery/beritasampit.co.id).