Sejumlah Wilayah di Barito Utara Mulai Dilanda Banjir

Warga melintasi banjir akibat meluapnya Sungai Barito di kawasan perekonomian Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Minggu 5 September 2021.//Ist-ANTARA/Kasriadi;

MUARA TEWEH – Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari di Kabupaten Barito Utara membuat sejumlah tempat di dataran rendah kota Muara Teweh mulai terendam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Barito dan anak sungainya seperti Sungai Teweh dan Sungai Montallat.

Banjir juga mulai merendam sejumlah kawasan diantaranya sebagian Jalan Imam Bonjol, Jalan Merak, Jalan Dahlia, Gang Paraguay, Jalan Flores, Gang Nike Ardila, Gang Citra. Bahkan sebagian Jalan Imam Bonjol dan Jalan Merak yang terendam banjir sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

“Saat ini sejumlah kawasan di dataran rendah di Kota Muara Teweh mulai terendam banjir sejak Sabtu 4 September malam dan sampai sore ini air terlihat terus naik,” kata Adi Syahbana warga Muara Teweh, dikutip dari Antara, Minggu 5 September 2021.

“Banjir mulai merendam jalan dan kawasan penduduk yang diperkirakan terus naik karena sebagian wilayah di Kabupaten Murung Raya yang berada di hulu Sungai Barito juga mulai terendam banjir,” imbuhnya.

BACA JUGA:   SMAN 1 Muara Teweh buka PPDB Secara Online

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Rizali Hadi, mengatakan banjir yang melanda daerah itu sampai Minggu sore masih naik. Banjir menggenangi sejumlah desa dan kelurahan di tujuh dari sembilan kecamatan, dengan ketinggian bervariasi antara 20 centimeter sampai 2 meter.

“Untuk sementara kawasan yang parah dilanda banjir yakni Dusun Pararawen Kecamatan Teweh Tengah dengan ketinggian banjir mencapai dua meter,” katanya.

Wilayah di Kecamatan Teweh Tengah lainnya yang terendam banjir selain sebagian Kota Muara Teweh, juga Desa Lemo I dengan ketinggian banjir 115 cm.

Kawasan lainnya di Kecamatan Lahei meliputi Kelurahan Lahei II dan Desa Karendan masing-masing tinggi air mencapai 1,5 meter dan Desa Hurung Enep dengan banjir 100 cm.

BACA JUGA:   Jamaah Calon Haji Barito Utara Berangkat ke Tanah Suci 19 Juni

Kemudian Desa Papar Pujung dengan air ketinggian 1,2 meter dan Desa Benao Hilir 115 cm, keduanya berada di Kecamatan Lahei Barat.

Untuk Kelurahan Montallat I dan Montallat II dengan kedalaman air sekitar 1 meter. Selanjutnya di wilayah Kecamatan Gunung Timang banjir melanda Desa Batu Raya I dengan banjir 50-60 cm.

Untuk banjir di Kecamatan Teweh Baru, yakni Kelurahan Jingah RT 7 dengan ketinggian banjir 20-30 cm, Juking Hara 120 cm dan Manggala sekitar 100 cm, sedangkan Kecamatan Teweh Selatan berada di Desa Bintang Ninggi I dan Bintang Ninggi II yakni jalan arah ke Muara Teweh akses utama jalan darat sudah terendam banjir dan jembatan sudah menggunakan angkutan getek.

“Sampai sore ini masih belum ada status, kita hari ini sudah menyampaikan dengan pimpinan untuk segera menetapkan status banjir di daerah ini,” kata Rizali.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)