Dukung Kebijakan Kemenperin Naikkan Jumlah SNI, Mukhtarudin: Sektor Industri Perlu Lakukan Inovasi

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA— Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendukung langkah strategis Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita atas peningkatan jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI), simplifikasi prosedur pemenuhan SNI, dan memperkuat lembaga penilaian kesesuaian.

“Ini penting saya kira, karena sektor industri kita perlu melakukan inovasi atau optimalisasi teknologi, agar dapat menjalankan bisnis yang efektif dan efisien,” tandas Mukhtarudin, Jumat, (24/9/2021).

Menurut Mukhtarudin, penerapan standardisasi dan optimalisasi teknologi industri tersebut guna mewujudkan pembangunan sektor industri yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan, dan inklusif.

BACA JUGA:   Mukhtarudin Sambut Baik Perpanjangan Kebijakan DP 0 Persen Kendaraan Hingga 31 Desember 2022

Politisi Golkar Dapil Kalteng ini melihat pentingnya peningkatan daya saing industri dalam memperluas pangsa pasar.

“Jadi menurut saya kehadiran lembaga penilai kesesuaian termasuk kalibrasi, berperan penting ya, terutama melalui program standardisasi,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin RI telah melaksanakan Bimtek Akbar seri 2 tahun 2021 pada Selasa, 21 September 2021 lalu.

Adapun tema yang diusung dalam penyelenggaraan bimtek adalah Peran Penilaian Kesesuaian pada Standardisasi Industri untuk Mendorong Daya Saing Industri Nasional.

BACA JUGA:   Indonesia Tuan Rumah G20 Tahun 2022, Partai Gelora: Kesempatan Jadi Pemain Global

Manfaat dari bimtek ini adalah menyiapkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) industri dalam hal kalibrasi alat dan mesin pengujian produk yang akan digunakan untuk pengujian produk baik di perusahaan industri maupun lembaga penilai kesesuaian dalam rangka penguatan penjaminan mutu produk industri nasional.

Penyelenggaraan bimtek tersebut, sejalan tekad Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri. Hal ini sesuai pula dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

(dis/beritasampit.co.id)