Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Siap Terlibat Dalam Pembangunan IKN

Rektor UMPR Dr Sonedi, saat mengikuti Kalimantan Universities Consortium (KUC) di Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur. (ANTARA/handout-UMPR)

PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menyatakan siap terlibat aktif dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) RI di Kalimantan Timur (Kaltim).

Rektor UMPR Dr Sonedi mengatakan, UMPR akan berpartisipasi aktif dengan menerjunkan para pakar dari UMPR untuk menyukseskan kegiatan pembangunan IKN.

Sebagai salah satu daerah penyangga, menurut dia, Kota Palangka Raya juga akan merasakan dampak dari pembangunan IKN. Oleh karena itu, sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Kalimantan Tengah (Kalteng), UMPR sangat menyambut baik pemindahan IKN.

Pernyataan itu diungkapkan dia terkait pelaksanaan rapat kerja “Kalimantan Universities Consortium” (KUC) yang dipusatkan di Universitas Mulawarman (Unmul), Kalimantan Timur.

BACA JUGA:   PKK Bantu Penuhi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil di Kalteng

“KUC ini menjadi wadah silaturahmi para pimpinan perguruan tinggi di Kalimantan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu komitmen bersama, sekaligus dukungan pada Ibukota Negara yang berada di Kaltim,” kata Rektor UMPR, dikutip dari Antara, Rabu 19 januari 2022.

Pada cara itu, UMPR merupakan salah satu bagian dari 24 konsorsium “Kalimantan Universities Consortium”

Sementara itu, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Dr Masjaya selaku tuan rumah mengungkapkan, bahwa dasar pemindahan IKN di Kalimantan Timur merupakan upaya percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, khususnya pembangunan kalimantan.

“Dengan adanya pemindahan IKN maka kita membangun kekuatan besar di tanah Kalimantan. Terlebih baru-baru ini Undang-Undang IKN sudah disahkan,” katanya.

BACA JUGA:   Wali Kota Ajak Warga Maksimalkan Pembayaran Non Tunai di Pasar Ramadhan

Untuk itu, dia mengajak pelaksanaan KUC 2022 dapat dimanfaatkan untuk mengisi dan melaksanakan Undang-undang Ibu Kota Negara.

Lebih lanjut, Rektor Unmul mengatakan, terdapat banyak tantangan dalam pelaksanaan UU IKN, salah satunya adalah kebutuhan tenaga kerja. Oleh sebab itu, dia mengajak, seluruh konsorsium KUC merumuskan strategi agar Kalimantan dapat menjadi pemeran utama dalam pembangunan IKN.

“Melalui KUC ini kita semua agar dapat mendorong potensi SDM untuk mengisi pergerakan percepatan pembangunan ibu kota negara. Selain itu, perlu juga disiapkan SDM pendamping masyarakat sekitar IKN agar masyarakat sekitar IKN tidak terpinggirkan,” katanya.

(Antara/BS65)