Konektivitas 4G Jadi Tulang Punggung Komunikasi Selama G20

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah), dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) memberikan keterangan pers usai Rapat Komunikasi Publik G20 di Jakarta, Senin (24/1/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan bahwa konektivitas 4G tetap menjadi tulang punggung komunikasi selama penyelenggaraan pertemuan G20.

“Kesiapan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi di 19 kota yang sebagai penyelenggara event G20 dan pada saat leaders summit nanti, di mana kita tetapkan 4G adalah tetap sebagai tulang punggung komunikasi,” ujar Johnny di Jakarta, Senin 24 Januari 2022.

Dia menyampaikan hal tersebut usai melakukan rapat komunikasi publik G20 bersama Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Namun demikian, Menteri Johnny tetap memastikan kehadiran konektivitas 5G dalam gelaran G20 melalui 5G Experience.

Nantinya, operator-operator seluler yang telah mengantongi izin layak operasi dan operasi komersial 5G akan terlibat dalam kegiatan 5G Experience.

BACA JUGA:   Kemenperin Dukung Penyerapan Jagung Lokal Dalam Rantai Pasok Industri

Diketahui, operator seluler yang telah menyediakan layanan 5G di Indonesia yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo.

“Operator-operator seluler yang sudah mendapat izin layak operasi dan operasi komersial akan mengambil bagiannya masing-masing sesuai kesiapannya, secara khusus Telkom dan Telkomsel,” kata Johnny.

Lebih lanjut, Johnny mengungkapkan bahwa Direktur Utama Telkom telah menyampaikan bahwa 5G Experience di pertemuan G20 akan lebih baik dibanding 5G Experience di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

“Tadi Direktur Utama Telkom sudah menyampaikan di rapat bahwa 5G Experience nanti akan jauh lebih baik dibanding dengan 5G Experience di PON XX Papua karena persiapan dan infrastruktur yang sudah lebih baik,” ucap Johnny.

BACA JUGA:   Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Joko Widodo Tetap Tinggi

Sementara itu, Kartika menilai 5G Experience penting untuk dihadirkan dalam pertemuan G20 agar para peserta, baik pimpinan maupun delegasi tiap negara dapat merasakan teknologi jaringan internet terbaru dan tanpa late latency itu.

“Sehingga seluruh peserta yang hadir, leaders maupun delegasi semua bisa merasakan bahwa di Indonesia gelaran 5G ini sudah bisa berkelas global dan memang harapannya nanti kita akan showcase beberapa fungsi yang bisa dijalankan dengan 5G mungkin seperti virtual reality kita akan showcase untuk menunjukkan kemajuan implementasi 5G maupun digitalisasi telekomunikasi di Indonesia,” kata dia.

Puncak G20 akan berlangsung di Bali tepatnya lewat KTT G20 yang akan dihelat sekitar Oktober 2022. (Antara/beritasampit.co.id).