Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan, Sajikan Keunikan Budaya Daerah

ISKANDAR/ BERITA SAMPIT: Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra didampingi Sekretaris Daerah Muhlis dan asisten perekonomian dan pembangunan Rakhmat Muratni saat mencoba salah satu lomba Menetek Maneweng Menyila Kayu. Sabtu 25 Juni 2022.

MUARA TEWEH – Berbagai lomba seni permainan tradisional dan dan keunikan budaya daerah yang memiliki ciri khas kearifan lokal disajikan Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan guna memeriahkan peringatan hari jadi ke 72 Kabupaten Barito Utara.

Berbagai jenis lomba yang ditampilkan diantaranya Dayung Tradisional, Sepak Sawut atau Sepakbola Api, Kesenian Karungut Dongkoi dan Lagu Daerah, Besei Kambe, Malamang, Mangenta, Mangaruhi, Menetek Maneweng Menyila Kayu, Manyipet, Bagasing, Balogo, hingga lomba Katapel atau Mangatek.

“Berbagai lomba diharapkan dapat menjadi media bagi para pelaku seni dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus berinovasi mengembangkan karya-karyanya. Sehingga bisa dikenal dan diterima masyarakat luas dan juga sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan nusantara bahkan mancanegara dan menjadi sarana untuk melestarikan budaya serta kuliner nenek moyang,” ujar Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra, saat meninjau pelaksanaan festival budaya Iya Mulik Bengkang Turan di lapangan Kodim, jalan Pramuka, Sabtu 25 Juni 2022, siang.

BACA JUGA:   Pelabuhan Terapung Muara Teweh Mulai Diperbaiki

Wakil Bupati Sugianto Panala Putra dan Sekretaris Daerah Muhlis, didampingi asisten perekonomian dan pembangunan Rakhmat Muratni juga menyempatkan mencoba berbagai macam lomba yang diikuti para peserta.

Salah satu lomba yang unik Besei Kambe adalah olahraga berupa mendayung saling berlawanan arah didalam satu perahu, dalam bahasa suku Dayak Ngaju, Besei artinya dayung, pendayung, atau mendayung, dan Kambe diartikan sebagai roh atau arwah nenek moyang suku Dayak.

BACA JUGA:   Warga Sayangkan KTT PT. Arsy Nusantara Tak Hadir saat Ambil Sampel Sungai Jabung 

Sebelum memulai permainan, peserta dibagi kedalam dua regu yang masing-masingnya beranggotakan dua orang. Kedua regu yang akan bertanding tersebut akan duduk saling berbelakangan dengan lawan dalam satu perahu.

Aturan selanjutnya masing-masing regu harus bersaing kuat-kuatan untuk mendayung perahu kedua arah yang berlawanan, regu yang terlebih dahulu melewati batas penentuan dewan juri dinyatakan sebagai pemenang.

(ISK/beritasampit.co.id)

(Visited 2 times, 1 visits today)