Seorang Mahasiswi Mengaku Disetubuhi Oknum Dosen Berkali-kali Sejak 2021

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi kekerasan seksual

PALANGKA RAYA – Seorang mahasiswi (21) di Kota Palangka Raya, Kalimatan Tengah mengaku disetubuhi beberapa kali oleh oknum dosen, bahkan kasus ini sudah dilaporkan namun hingga kini tidak jelas proses penyelesaiannya.

Dugaan asusila yang melibatkan seorang oknum dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Palangka Raya ini terjadi pada tahun 2021 lalu.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, menyatakan bahwa kasus tersebut sudah sampai pada laporan kepolisian di Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah sejak 04 September 2022. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kasusnya sampai dimana, karena informasinya terkesan ditutup-tutupi.

Kepada Berita Sampit korban bercerita bahwa dia sudah mengalami kekerasan seksual sejak tahun 2021 hingga kini membuat korban trauma.

BACA JUGA:   KPU Kalteng Optimalkan Persiapan Verifikasi Faktual Parpol Peserta Pemilu

“Perbuatan itu dilakukan sejak 2021 lalu,” kata korban yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Secara psikologis mahasiswi semester V ini sudah sangat mengalami goncangan mental yang sangat kuat, terbukti dari sorot mata ketakutannya saat dia bertemu dengan orang baru dan ketakutannya untuk bercerita.

Dari perbincangan dengan korban, ia mengatakan sudah pernah dirawat di Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan namun tak berselang lama dirinya terpaksa untuk keluar dari instansi tersebut dengan alasan memperhatikan studinya. Korban kini tinggal di kos bersama rekannya.

BACA JUGA:   Pria Serabutan Ini Mencoba Kabur Saat Diamankan Polisi Karena Diduga Mencuri di SDN 4 Parenggean

Saat Berita Sampit menggali secara detail apakah ada ancaman kekerasan dilakukan pelaku, korban memilih banyak diam dan menunjukkan gelagat ketakutannya.

Pada saat diwawancara, korban juga terlihat sangat tertekan dan psikologis yang terganggu sehingga membuat korban sangat ketakutan.

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya dia sudah memegang bukti dan lain-lain, namun itu semua sudah dimusnahkan oleh si pelaku.

Dia berharap laporan yang dilakukan di Polda Kalteng tersebut bisa ditindaklanjuti agar oknum dosen itu bisa bertanggung jawab atas perbuatannya itu. (RH)

(Visited 5,007 times, 1 visits today)