Saat Mantau Harga di Pasar Palangka, Staf Ahli Kemendag Temukan Harga Gula Diatas HET

Staff Ahli Mendag Arlinda (kanan) sedang berbincang dengan seorang pedagang di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Kamis (28/11/2019). (ANTARA/HO-Kemendag)

PALANGKA RAYA-Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Palangka Raya, Kalimantan Tengah mulai mengalami kenaikan.

Hal tersebut di sampaikan oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan (Mendag) Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan atau Kemendag RI, Arlinda, usai memantau harga dan berbicara langsung dengan para pedagang di pasar besar dan kahayan, Kota Palangka Raya, Kamis (28/11/2019).

Agar tidak menyuliykan masyarakat karena kenaikan harga, Arlinda harapkan kepada pemerintah daerah bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalteng segera menyikapinya. Seperti harga gula pasir sudah mengalami kenaikan.

BACA JUGA:   Impor Oktober 2019 Mencapai US$ 14,77 Miliar

“Saya melihat harganya sudah melebihi harga eceran tertinggi (HET). Het gula pasir curah itu kan Rp.12.500, tapi di sini sudah mencapai Rp.13 ribu per Kg,” ungkapnya mengutip, antarakalteng.

Dia berpesan, jika ada bahan pokok dijual di atas HET atau sudah tidak wajar, maka Pemda jangan hanya diam tapi harus bersikap dan mencari tahu penyebabnya.

“Mulai dari ketersediaan barang, proses pendistribusian, atau terjadi permainan dan penimbunan di lapangan,” pesan Arlinda.

BACA JUGA:   Terjerat Narkoba, Artis Ibra Azhari Diringkus Polisi

Saat memantau harga, Arlinda menyebutkan selain gula pasir, ketersediaan daging ayam juga perlu diperhatikan pemerintah daerah serta berbagai pihak lainnya.

“Jangan sampai ketersediaan daging ayam di Kalteng tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya seraya mengingatkan.

“Apalagi sebentar lagi akan memasuki hari besar keagamaan, yakni Natal dan Tahun Baru. Pemda dan jajaran lainnya harus bisa memastikan ketersediaan daging ayam aman sampai Natal dan Tahun Baru,” timpalnya.

(gra/beritasampit.co.id)