Mengenal Tiga Jenis Gerhana Bulan yang Bisa Disaksikan dari Bumi!

FENOMENA. JUN/BS : Gerhana Bulan Penumbra, (kiri) tangkapan layar streaming Live Feed India by Cosmo Sapiens, (kanan) tangkapan camera saat gerhana di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu 11 Januari 2020.  

SAMPIT – Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui rilisnya, telah menjelaskan, terkait fenomena Gerhana Bulan Penumbra (GBP) yang terjadi 11 Januari 2020 dini hari.

 

Jika menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB), GBP dimulai pukul 00.57 WIB, puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 02.10 WIB, kemudian berakhir sekitar pukul 04.14 WIB, atau proses mulai terjadinya Gerhana Bulan Penumbra hingga berakhir berlangsung sekitar selama 3 jam 27 menit.

 

“Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya,” tulis BMKG di website resminya.

 

Untuk kita ketahui, gerhana bulan yang bisa kita saksikan dengan mata telanjang dari bumi ini terbagi 3 (tiga) jenis gerhana, yakni Gerhana Bulan Total, Gerhana Bulan Parsial (sebagian), dan Gerhana Bulan Penumbra.

 

Gerhana Bulan Total (GBT), disebabkan ketika bulan berada tepat di bayangan umbra. Umbra adalah bagian tergelap dari bayangan itu sendiri. Ada warna berbeda pada bulan saat GBT.Saat peristiwa ini terjadi bulan bisa terlihat berwarna merah, jingga atau cokelat. Warna yang terlihat ini ternyata berasal dari cahaya bumi yang kemudian diteruskan oleh atmosfer yang melapisi bumi.

 

Jika saat GBT terjadi seluruh permukaan bulan akan terhalang bayangan bumi atau tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali. Namun pada Gerhana Bulan Parsial hanya sebagian permukaan bulan saja yang terhalang bumi dan tidak mendapatkan cahaya matahari.

 

Sementara Gerhana Bulan Penumbra, bulan terlihat seperti bulan purnama pada umumnya.

Yang menjadi pembeda saat gerhana bulan penumbra terjadi terlihat pada cahaya bulan yang tampak kusam atau redup.

 

Seperti yang termuat dalam situs resmi BMKG, peristiwa gerhana bulan merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan. Ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

 

(jun/beritasampit) 

BACA JUGA:   Pengerjaan Pembangunan Wisata Ujung Pandaran Capai 40 Persen