Catatan Dari Perjalanan Ibadah ke Tanah Suci (1). Langit dan Ka’bah Bukti Kekuasaan Allah

BERSAMA - Penulis, Maman Wiharja (tiga dari kiri berdiri) saat foto bersama dengan jamaah.

Oleh: Maman Wiharja

ALHAMDULLILAH, Setelah pesawat Royall Brunai Air Line BI 738 lepas landas sekitar Pukul 06.15 WIB dari Bandara Sukarno-Hatta (Suta) tiba di Bandara Brunai Darulsalam sekitar pukul 08.30 bagian Brunai.

800

Rombongan Umroh,yang langung dipandu H Mukid Faturahkman LC, Direktur Utama (Diri) PT Alkamila Pangkalan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang juga lulusan Universitas Syekh Muhammad Ibnu Abdullah Mekah.

“Mari kita berdoa kepada Allah SWT, bahwa kita semua ini sebentar lagi bakal jadi Tamu Allah SWT,” kata Mukid, saat mau naik Pesawat Royal Brunai B 001, yang berpenumpang sekitar 450 orang.

Sekitar 3 jam pesawat telah menembus langit dengan ketinggian 40 ribu kaki, penulis dari celah kaca pesawat menatap gumpalan awan. Dari situ penulis membuktikan kebenaran pepatah bahwa ternyata di atas langit masih ada langit.

BACA JUGA:   Geger! Seorang Kekek Ditemukan Tewas Mengapung

Di atas ketinggian 40 ribu kaki penulis menikmati keindahan ciptaan Allah SWT dari balik jendela pesawat. Subehanallah itulah bukti kekuasaan Allah, betapa indahnya gumpalan awan, langit yang putih bersih menghampar menutupi bumi, yang diatasnya nampak pula warna langit yang membiru.

Penulis teringat kepada dua orang tua saya yang telah meninggal, juga teringat kepada kakaku, sahabat dan teman temanku, kemudian bertanya dalam hati, ‘kemanakah mereka’.Juga terbayang dalam cerita Maulid disaat Nabi Muhammad saat naik ke langit dalam peristiwa Isra’.

Bagi penulis saat sangat yakini betapa hebatnya Allah SWT menciptakan langit yang nampak berlapis lapis seperi tak bertepi. Dan yang lebih menggetarkan hati, ketika detik detik kedua belah mata melihat dan menatap “Kabah”. Subhanallah..hati penulis dan tentunya pula semua rombongan serta umat muslim, hatinya akan semakin dekat dengan Sang Pencipta Allah SWT.

BACA JUGA:   Sembuh dari Covid-19, Kajari Kobar Kembali Berkantor

Karena, tanpa direncanakan yang telah dialami penulis saat melihat Kabah dari dekat sambil melaksankan Tawaf 7 kali putaran, tiba tiba air mata keluar membasahi pipi, lantaran segala perbuatan dari kecil hingga tua benar benar kembali bermunculan dalam pikiran.

‘Dekat Kabah inilah buka hati kita dan katakan dengan jujur segala perbuatan yang telah dilakukan. Minta ampunlah dengan tulus dan ihklas kepada Allah SWT,” itulah yang disampaikan Ustadz H Mukid Faturachman, yang juga pemandu Umroh.

Penulis pun dengan hati yang semakin dekat dengan Allah SWT, di depan Kabah setelah Tawaf dan Sai, langsung mencurahkan isi hati terutama ampunan dosa, karena bagi seluruh umat manusia yang bisa masuk surga, manusia yang tidak memiliki dosa. (*)