Perjalanan Umroh (13). Bertemu Warga Setanah Air, Bahagianya

Maman Wiharja bersama Aam Aminudin warga setenah air (Indonesia) saat bertemu umroh.

MADINAH – Hampir tak terasa perjalan umroh ketanah suci mekkah, banyak pengalaman dan kenangan yang dapat diambil para rombongan jamaah umroh asal Pangkalan Bun, meski begitu tak dapat dipungkiri terkadang rasa rindu akan tanah air (Indonesia) juga sering menghinggapi perasaan.

Maklum saja, selama menunaikan yang menunaikan ibadah umroh di Mekah dan Madiah para rombongan asal Indonesia akan jarang bertemu dengan orang yang sama dalam berbahasa. Ratusan ribu jemaah dari berbagai negara  yang menunaikan ibadah umroh didominasi orang Arab,Turki, India, Pakistan, dan sejumlah negara padang pasir lainnya.

BACA JUGA:   Pangkalan Bun, Satu Orang Dirawat di Ruang Isolasi

Sementara orang Asia seperti Indonesia, Malaysia, Brunai Darusal dan Filipina, masih terbilang cukup sedikit. Sehingga bila bertemu dengan sesama warga Indonesia perasaan berbeda.

“Jadi kalau kita betemu dengan bangsa Indonesia, disekitar lokasi Masjidil Haram atau Masjid Nabawi dan di Masjid Kuba. wah senang dan bahagia sekali, apa lagi ketemu teman sekolah sekampung,” kata H.Mukid Faturachman, pemandu rombongan, usai berkunjung ke Madjid Kuba.

Baru saja dirasakan Pucuk dicinta ulam tiba, apa yang dikatakan H Mukid langsung dialami penulis, saat di halaman Hotel  bertemu dengan salah satu warga tanah air, sebut saja namanya Aam Aminudi warga Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Pria yang tinggal di Kampung Cipelang RT 06/15 Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg

BACA JUGA:   Berbuat Curang dan Rugikan Konsumen, Pedagang Ini Terjerat Hukum

“Kumaha damang di Ciamis” (Bagaimana di Ciamis pada sehatkah),” kata penulis yang dijawab Aam, Alhamdullilah daramang, (Alhamdullilah sehat).

Sontak pertemuan ini berubah menjadi suasana cair, bak bertemu dengan keluarga di negeri orang lain. Beginilah perasaan ketika bertemu dengan warga setanah air di Mekah dan Madinah suasan akrab akan menyelimuti obrolan.

Laporan Maman Wiharja.

Dari Madinah

(Bersambung).