Dirumahkan Gara-gara Corona Pegawai Hotel Ini Harus Kerja Serabutan Demi Cukupi Kebutuhan

Ist/BERITA SAMPIT - Ilustrasi

SAMPIT – Dampak wabah Virus Corona (Covid-19) di Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini semakin meluas.Salah-satunya dunia perhotelan yang saat ini terpaksa harus dirumahkan para karyawannya selama belasan hari akibat dari penyebaran virus mematikan tersebut.

Kecewa sekaligus pasrah kini dirasakan oleh Diki (25) salah seorang karyawan Hotel di ternama di Kotim ini. Pria yang memiliki beban tanggung jawab untuk menafkahi anak dan istrinya itu harus bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

800

Kepada beritasampit.co.id Diki yang biasanya menerima gaji diatas 2 juta rupiah perbulan itu kini harus mencari penghasilan tambahan agar kebutuhan pokok rumah tangganya terpenuhi. Dia terpaksa bekerja apa saja untuk mencukupi segala kebutuhan yang diperlukan.

BACA JUGA:   Hari Lebaran, Istri Gubernur Kalteng Pilih Berbagi di Posko Covid 19

“Kadang memenuhi panggilan memotong rambut, terima jasa cuci motor, atau memotong rumput, status sih masih pekerja hotel, dan kami mendapat gaji 800 ribu perbulan selama dirumahkan itu, tetapi uang segitu cukup buat apa, tanggungjawab besar kebutuhan pokok mahal, terpaksa saya mencari tambahan lain,” ungkapnya Kamis 2 April 2020.

Bapak satu anak ini juga menegaskan hingga saat ini dirinya sendiri harus memanfaatkan ponselnya untuk meraup pundi-pundi rupiah selama wabah Virus Corona ini melanda Kotawaringin Timur.

“Mau bagaimana lagi, ini bencana, saya hanya bisa pasrah dan berjuang minimal memenuhi apa yang menjadi tanggungjawab saya sebagai kepala keluarga, kalau dibilang cukup dengan gajih yang ada jelas tidak cukup, ditambah penghasilan yang adapun tidak akan cukup, ya seadanya saja, belum bayar cicilan kredit motor, sudah habis disitu semua uangnya,” cetusnya.

BACA JUGA:   LSR LPMT Kalteng Bagikan 150 Bungkus Nasi Saat Bagarakan Sahur

Dia berharap pemerintah dalam hal ini tidak hanya melihat dari sisi miskin atau kayanya seseorang melainkan mendata benar-benar siapa korban atau yang terdampak atas kejadian ini.

“Harapan saya virus ini cepat berlalu, saya bisa bekerja normal lagi, dan pemerintah juga membantu kami tanpa memandang statusnya, data benar-benar siapa yang berhak mendapatkan bantuan kami di hotel itu saja sekarang sudah resmi dirumahkan selama 15 hari kedepan itupun kalau bencana ini berhenti mungkin akan lanjut kalau Corona ini berlanjut juga,” tutupnya.

(Drm/beritasampit.co.id)