Bupati Kotim Wacanakan Buka Sekolah Tatap Muka Jenjang SMP

WAWANCARA : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim Supian Hadi (tengah) didampingi Camat MB Ketapang dan Ketua Kabupaten PGRI Kotim Suparmadi saat diwawancarai sejumlah awak media.

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi bakal mengeluarkan kebijakan baru. Sekolah tatap muka akan dibuka khusus jenjang SMP mulai kelas 7, 8 dan 9. Hanya saja, untuk sementara diberlakukan selama sebulan.

“Ini kebijakan dan risiko yang saya ambil, pasti ada yang beranggapan kebijakan itu akan mengorbankan generasi muda kedepannya. Yang pastinya, ini hasil aspirasi yang disampaikan para ibu-ibu dan bapak-bapak, sekitar 90 persen ibu-ibu,” ucap Supian kepada sejumlah wartawan usai membuka Konferensi Kabupaten PGRI Kotim di kantor Sekretariat PGRI Kotim Jalan Ahmad Yani, Sampit, akhir pekan tadi.

BACA JUGA:   Pilkada Serentak, Bupati Kotim Ingatkan ASN Tetap Netral

Kebijakan untuk membuka sekolah tatap muka jenjang SMP, menurutnya, juga sudah disepakati para guru pada saat digelarnya Konkab PGRI Kotim yang dihadiri Ketua Provinsi PGRI Kalteng Suriansyah Murhaini bahkan Penjabat Sekda Kotim Suparmadi.

“Untuk sementara hanya jenjang SMP kelas 7, 8 dan 9. Apabila itu berjalan dengan baik akan dilanjutkan membuka tatap muka untuk jenjang sekolah dasar (SD) kelas 4, 5 dan 6,” ujar bupati dua periode ini.

Disamping itu, lanjutnya, pihak sekolah diharapkan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 misalnya, anak didik diwajibkan gunakan masker, jaga jarak, hingga cuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas masing-masing.

BACA JUGA:   Tiga Lembaga Ini Berperan Aktif Berantas Radikalisme

“Sekolah tatap muka akan diberlakukan mulai 2 November 2020. Informasi selanjutnya, diberitahu melalui grup-grup whatsaap (WA) sebelum surat edaran diterbitkan,” tegas bupati termuda di Kalteng ini.

Selain itu, bupati juga menegaskan bahwa tidak semua jenjang SMP akan buka sekolah tatap muka. Yang diprioritaskan, menurutnya, hanya sekolah zona putih dan hijau.

“Untuk zona merah tetap akan dibuka sekolah tatap muka, hanya saja sekolah-sekolah tertentu karena zona merah tidak semua merah,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)