Masyarakat Kurang Mampu, Kembali Pertanyakan Bantuan Sembako Pandemi Covid-19

IST/BERITA SAMPIT - Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah didampingi Kepala Dinas Sosial saat membagikan langsung bantuan ke sejumlah desa, pada tanggal 19 April 2020 lalu.

PANGKALAN BUN – Sudah 6 bulan sejak bulan Mei 2020, masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19 kembali menanyakan bantuan sembako gratis dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Bupati).

Pengamatan beritasampit.co.id, dari bulan April sampai Mei 2020 adalah saat melimpahnya bantuan sembako, baik dari berbagai perusahaan maupun lembaga lainnya, termasuk dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sehingga, sumbangan sembako terus mengalir ke Pemkab Kobar, yang diterima secara simbolis baik oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah maupun oleh Wakil Bupati, bahkan ruangan Aula di Kantor Bupati sempat jadi gudang karena penuh oleh sembako.

BACA JUGA:   Pencarian Emas di Kobar Berujung Batu Nisan 

“Sembako yang diterima dari Ibu Bupati, dulu sekitar bulan Juni 2020 dua bulan saja sudah habis Pak, sekarang kan sudah hampir 7 bulan Pak, belum ada lagi bantuannya dari Ibu Bupati,” kata sejumlah warga di Desa Pasir Panjang, Kamis 29 Oktober 2020.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kobar Suyanto, yang juga sempat menjadi Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, saat dikonfirmasi beritasampit.co.id, tentang adakah bantuan sembako gelombang kedua, untuk warga masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19.

“Seingat saya ada pak, tapi soal kepastian mohon komunikasi dengan Kadinsos atau Kabid-nya Saudara Sanitro, karena ini lagi verfikasi dan validasi data untuk DTKS,” kata Suyanto melalui SMS singkatnya.

BACA JUGA:   Kapolres Kobar : Tambang Emas Tidak Berizin Harus Ditutup

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kebupaten Kobar Ahmad Yadi, melalui Kabid Sarana dan Prasarana Sanitro, juga mengatakan, sembako khususnya untuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 sudah habis.

“Belum ada Pak bantuan gelombang kedua khusus dari Pemkab Kobar, bantuan sembako dari Provinsi, saat ini masih sedang dikemas sambil menunggu laporan jumlah warga yang berhak menerima dari kelurahan dan desa,” kata Sanitro. (Man/beritasampit.co.id).