Kadin Akan Mendata Pedagang, Pengusaha dan UKM Agar Terhindar Dari Tengkulak “Kurang Ajar”

SAMBUTAN : M.SLH/BERITA SAMPIT - Kepala Kamar Dagang dan Industri Kota Palangka Raya, Farchan Slamet, S.Ag menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Kadin periode 2020-2025, Sabtu 21 November 2020 di Aula Kantor Kadin.

PALANGKA RAYA – Dalam dunia usaha atau bisnis, tengkulak atau pengepul sangat dibutuhkan, yang tidak boleh adalah tengkulak yang “kurang ajar” dalam menekan harga ataupun menaikan harga semaunya.

Demikian disampaikan Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Palangka Raya, Farchan Slamet, S. Ag, Sabtu 21 November 2020 saat diwawancara dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Kadin Kota Palangka Raya periode 2020-2025 di Aula kantor Kadin Jalan Temanggung Tilung.

Dia mengatakan, salah satu contohnya seketika barang ini ditekan dikumpulkan di pengumpul atau ditampung dan dijual yang dibeli dengan harga murah di kemudian seketika barang diluar kosong baru dikeluarkan, kurang lebih contoh barang subsidi termasuk gula, gas dan keperluan masyarakat lainnya.

BACA JUGA:   Polisi Siap Amankan Jalanya Debat Pertama Pilkada Kalteng

“Ini masyarakat lagi perlu malah disimpan semua dimasukkan di gudang tujuannya dia untuk pengaruh keuntungan sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Farchan Slamet menambahkan, bahwa untuk menghindari tengkulak yang nakal memang secara hukum bukan wewenang pihaknya, artinya paling tidak mendampingi yang kemudian termasuk mendata pedagang, pengusaha dan UKM .

Lebih lanjut dia mengatakan, seketika ada kecurangan itu pihaknya juga biasanya diundang untuk diskusi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya yang berwenang untuk menyelesaikan masalah tersebut, untuk menghindari tengkulak yang kurang baik dan kurang bijak, artinya lebih pada penguasaan pasar atau kata memonopoli.

BACA JUGA:   Brimob Kalteng Rutin Patroli Amankan Pelaksanaan Pilkada

“Saya kira itulah yang perlu dihindari tidak ada salahnya kita ajak dan kita dekati atas nama Kadin untuk bersama-sama untuk bergabung agar tidak terjadi yang namanyanya monopoli harga,” Farchan Slamet.

Menurutnya, kesan yang namanya tengkulak itu sangat dibutuhkan dan bagus, namun yang tak bagus adalah tengkulak yang tidak jujur. “Kami akan mencari tengkulak yang bisa mendampingi tempat produksinya maupun harga jualnya itu yang bagus,” ucap Farchan Slamet. (M.Slh/beritasampit.co.id).