Kardianto, ST Komandan Brigade BATAMAD Kobar: Tolak Kelompok Radikal yang Mengacaukan Keutuhan NKRI

IST/BERITA SAMPIT - Kardianto, ST Komandan Brigade BATAMAD Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN – Kardianto, ST Komandan Brigade Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menolak keras kelompok tertentu yang akan mengacaukan keutuhan NKRI di Kabupaten Kobar pada umumnya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Hal tersebut dikatakan Kardianto, ST saat dikonfirmasi beritasampit.co.id, Minggu 29 November 2020. Menurutnya, untuk menjaga keutuhan NKRI di Kabupaten Kobar khususnya di Bumi Tambun Bungai Provinsi Kalteng, BATAMAD Kabupaten Kobar juga sama dengan sejumlah Organisasi Masyarakat Dayak dari berbagai penjuru Kalteng, siap menyatakan sikap untuk menolak dengan tegas masuknya organisasi FPI dan Ormas lainnya yang berpaham radikal di wilayah Kalteng.

BACA JUGA:   DPRD Dukung Langkah Tegas Bupati Kobar Tangani Covid-19

“BATAMAD Kabupaten Kobar juga mendukung sepenuhnya kepada jajaran TNI/Polri se-Kalimantan Tengah, dalam mengantisipasi terjadinya gesekan di tengah masyarakat yang bisa menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini telah menyatu menjadi NKRI,” tegas Kardianto.

Dijelaskan Kardianto, dalam waktu dekat ini BATAMAD Kabupaten Kobar akan menggelar pernyataan sikap, sebagai bukti bahwa BATAMAD sangat memperhatikan terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat di Bumi Marunting Batu Aji Kabupaten Kobar, sekaligus sebagai upaya untuk mendukung TNI/Polri menertibkan keamanan, khususnya keamanan dan ketertiban pada Pilkada Gubernur Kalteng, yang akan digelar 9 Desember 2020.

BACA JUGA:   Bupati Kobar : Awali Tahun Baru dengan Semangat Putus Penyebaran Covid-19

Dia menambahkan, bahwa BATAMAD juga mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat agar saat bermedsos, menyampaikan kata dan kalimatnya yang penuh santun, jangan berbau hoaks/fitnah yang menjurus akan memecahkan persatuan dan kesatuan.

“Pada intinya, kalau ada tersiar berbagai berita yang tidak bertanggung jawab, itu adalah hoaks. Dan selama ini kita hidup di Bumi Tambun Bungai dengan Falsafah Huma Betang yang artinya kita berbeda-beda tetapi hidup rukun dalam 1 rumah panjang/betang,” tegas Kardianto, ST. (Man/beritasampit.co.id).