Survei LSI Denny JA, HARATI Berpeluang Memenangkan Pilkada Kotim

ILHAM/BERITASAMPIT - Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono, saat memaparkan hasil survei dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Aquarius Sampit. Kamis 04 Desember 2020.

SAMPIT – Hari pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) tinggal 5 hari lagi.

Empat pasangan kandidat sudah mengerahkan segala strategi untuk meraih elektabilitas mereka. Lalu pasangan mana yang paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim 2020.

Pasangan Halikinnor-Irawati atau yang akrab dengan sebutan pasangan Harati paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim.

Dalam survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP), salah satu sister company dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI- Denny JA), elektabilitas pasangan Harati mencapai 36,82%.

Kemudian pada rangking kedua diduduki pasangan Suprianti Rambat – M Arsyad (Super) dengan perolehan 21,59%. Pasangan berikutnya adalah M Rudini Darwan Ali – Syamsudin (Bercahaya) dengan perolehan 20,68%. Dan terakhir pasangan M Taufiq Mukri – Supriadi MT (Pantas) memeroleh 10,23%.

Sedangkan survei ini masih menyisakan responden yang menjawab ragu-ragu, tidak tahu atau tidak menjawab yang biasa disebut dengan swing voters sebesar 10,23%.

Paparan hasil survei ini disampaikan oleh Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP-LSI Denny JA.

Ia menjelaskan, bahwa survei tersebut dilakukan pada tanggal 23-29 November 2020. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat dengan mewawancarai 440 responden yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kotim.

BACA JUGA:   Personel Polres Seruyan Sosialisasi Kamtibmas dan Protokol Kesehatan Pada Warga

“Survei ini menggunakan margin of error sebesar plus minus 4,8%. Artinya bila jarak perolehan antar kandidat dalam batas margin of error, maka secara statistik posisi kandidat dikatakan setara,” terangnya, saat menggelar konferensi pers di Hotel Aquarius Sampit, jumat 04 Desember 2020.

Mengapa Pasangan Halikinnor-Irawati paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim tahun ini, Sunarto menjelaskan berdasarkan tren yang dilihat dari tracking survei yang dilakukan sebelumnya, yakni pada bulan September, pasangan Halikinnor-Irawati mengalami kenaikan yang paling signifikan yakni sebesar 19,32%.

Kenaikan elektabilitas berikutnya diperoleh Pasangan M Rudini Darwan Ali-Syamsudin sebesar 7,73%.

Pasangan Suprianti Rambat hanya mengalami kenaikan sebesar 4,49%. Sedangkan pasangan M Taufik Mukri-Supriadi MT justru mengalami penurunan sebesar 3,64%.

“Faktor lain yang mendorong elektabilitas pasangan HARATI naik secara signifikan adalah kenaikan popularitas yang cukup tinggi dibanding survei periode sebelumnya. Halikinnor memperoleh kenaikan popularitas sebesar 10,91% yakni dari 58,18% pada bulan September menjadi 69,09%. Kenaikan popularitas Halikinnor didukung oleh kenaikan popularitas pasangannya, Irawati sebesar 22,96%, dari 37,95% pada bulan September menjadi 60,91% pada bulan November. Sedangkan kandidat Bupati yang lain kenaikkan popularitasnya masih di bawah 2%,” jelasnya.

BACA JUGA:   Masyarakat Peduli Demokrasi Aksi di DPRD Kalteng, Ini Tuntutannya

Selain kenaikan popularitas, pasangan Harati juga mengalami kenaikan tingkat kesukaan. Tingkat kesukaan dari 69,53% menjadi 73% hadap Halikinnor naik 4,15%, sedangkan tingkat kesukaan terhadap Irawati naik sebesar 9,28% dari 66,47% menjadi 75,75%.

Irawati menjadi kunci dari kenaikan perolehan suara HARATI. Irawati dikenal sebagai adik kandung dari Bupati Kotim Supian Hadi. Dalam survei ini masyarakat menilai kinerja Supian Hadi sebagai Bupati berhasil sebanyak 77%.

Artinya ketika masyarakat puas terhadap Bupati Incumbent, maka sangat berpengaruh apabila memberikan dukungan kepada salah satu calon, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi selain kepopuleran kandidat, kali ini peran Supian Hadi bisa dikatakan sebagai king maker.

“Dalam waktu relatif kecil sekitar 5 hari, dengan hasil survei ini sulit dikejar. Terkecuali ada kejadian luar biasa,” demikian Sunarto.(Cha/beritasampit.co.id)