Refleksi Akhir Tahun, Pemkab Kobar di Tahun 2020 : Tetap Semangat

Karikatur. Kang Maman

Tahun 2020 merupakan tahun yang begitu sulit, banyak upaya pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi, banyak kejadian dan peristiwa yang sulit dihadapi masyarakat. Sama halnya dengan pemerintah kotawaringin Barat (kobar) selama tahun 2020. berikut sederat cerita di tahun 2020.

Diawali dengan pandemi Covid-19 yang melumpuhkan semua sektor ekonomi, akibatnya masyarakat mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Upaya pemerintah dengan cara membantu bantuan secara tunai maupun pembagian sembako juga dinilai tak banyak merubah pengaruh yang amat besar akibat covid-19.

Bahkan, masa pandemi covid-19 yang entah kapan berakhirnya ini terus menjadi perhatian pemerintah daerah Kobar, terlebih angka sebaran virus yang lebih dikenal dengan sebutan corona di Kabupaten Kobar semakin tinggi, dan hanya dengan hitungan hari puluhan pasien terikonfirmasi positif covid-19.

Kemudian disaat semakin mewabahnya covid-19, kabar duka kembali terdengar dari Kobar peristiwa longsor. Longsor tambang emas itu terjadi Kamis, 19 November 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ada 10 penambang emas ilegal yang tertimbun namun baru tiga orang yang berhasil dievakuasi dengan kondisi sudah meninggal dunia.

BACA JUGA:   Agar Bantuan Alsintan Ada Buktinya, di Kecamatan Perlu Dibuka Demplot Pertanian Lokal

Dengan adanya musiban tersebut, mau tidak mau Pemkab Kobar kembali disibukan, dengan mengevakuasi para jenazah yang terkubur. Namun naas 10 pekerja yang terkubur didalam tanah 75 meter itu hanya dapat devakuasi sebanyak 3 orang, dan setelah melakukan proses pencarian beberapa hari dan kondisi sulit dilakukan evakuasi para keluarga korban mengiklaskan pencarian tersebut.

Setelah beberapa waktu masyarakat Kobar, agak tenang menahan nafas tiba-tiba dikejutkan dengan informasi, bahwa Kabupaten Kobar sebaran Covid-19 menjadi ranking tertinggi se-Provinsi Kalteng.

Kabar kurang mengenakan semakin dalam saat Bupati Hj Nurhidayah dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, dan menyusul sekaligus Dua Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kobar, masing-masing Mulyadin Wakil Ketua I (PDIP) dan Bambang Suharman (Partai Gerindra), juga bersamaan positif covid-19.

BACA JUGA:   Covid-19: Vaksin..! Oh Vaksin.?

Dan sampai, hari ini Kamis, 31 Desember 2020. Bupati Hj Nurhidayah dan Dua Wakil Ketua DPRD setelah dalam perawatan di Rumah Sakit, kini melaksanakan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing.

Itulah, beberapa penomena kejadian di Kabupaten Kobar, yang bejuluk “Marunting Batu Aji”, menyambut pergantian tahun mari kita sambut Tahun Baru 2021 dengan ‘Do’a yang iklas, Semoga Ibu Bupati Kobar Hj Nurhidayah dan dua Wakil Ketua DPRD, dan semua pasien yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit dan yang melakukan isolasi mandiri, segera disembuhkan.

(SELESAI).

Penulis : Maman Wiharja (wartawan-beritasampit.co.id). Bagian ke 2 – SELESAI.