Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Dihadiri Wagub Kalteng, Begini Penilaian Wapres

MENGHADIRI : HARDI/BERITA SAMPIT - Acara puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV yang diikuti Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya secara virtual melalui video conference dari Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 26 April 2021.

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya menghadiri acara puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV, secara virtual melalui video conference dari Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 26 April 2021.

Dalam kesempatan itu hadir mendampingi Habib Ismail diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasari, yang mewakili Kejati Kalteng yaitu Koordinator Bidang Intel ujang Sutisna, dan yang mewakili Korem 102/Pjg yaitu Kasrem Kolonel CZI Wakhyono.

Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Tahun 2021 telah diselenggarakan sejak tanggal 1 April sampai dengan 30 April 2021. Hari Otonomi Daerah XXV Tahun 2021 mengusung Tema “Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19 Untuk Masyakarat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit, dan Indonesia Maju”.

BACA JUGA:   Baznas Salurkan Bantuan Kepada 120 Kaum Masjid Se-Kota Palangka Raya

Acara ini dipimpin langsung Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin. Ia memberikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri, Kepala Daerah, Perangkat Daerah, Penyelenggara Pilkada dan masyarakat atas kontribusi dalam keberhasilan Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 lalu, dimana 270 daerah dengan tingkat partisipasi 76,09 persen, dengan keseluruhan Pilkada berjalan dengan aman, lancar, tertib dan terkendali meskipun dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

“Keberhasilan tersebut menjadi satu bukti bahwa melalui kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat, maka roda Pemerintahan tetap berjalan dan produktif. Saya menilai Peringatan Hari Otonomi Daerah saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melihat kembali dinamika, tantangan yang dihadapi Pemerintah Daerah dimasa yang akan datang,” ujat Ma’ruf Amin.

Menurut Dia, penyelengaraan otonomi daerah merupakan bentuk pengakuan Pemerintah Pusat terhadap kemandirian daerah, guna mendekatkan layanan pada masyarakat, meningkatkan daya saing daerah melalui pemberdayaan masyarakat kepada Pemerintah Daerah dalam rangka mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:   Abdullah Tuasikal: Perlu Bimtek di Kawasan Taman Nasional Manusela Maluku

Sementara itu, dalam ini kegiatan ini, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berharap agar peringatan otonomi daerah ini tidak hanya dianggap hanya sebagai seremonial, tapi yang perlu dipahami secara bersama-sama, peringatan ini untuk kepentingan bangsa kedepan.

“Kita ketahui, Indonesia adalah salah satu Negara Bangsa. Suatu Negara Bangsa memiliki tujuan untuk pencapaian. Negara diciptakan untuk menciptakan masyarakat yang makmur dan menciptakan rasa keadilan,” lugasnya.

Menurut Tito, dengan adanya globalisasi, setiap Negara harus bisa menjadi Negara yang kuat. Pembentukan Negara bukan hanya mengarah kepada kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, tapi dalam konteks kompetisi Internasional perlu menjadi Negara yang kuat dan berpengaruh. (Hardi/beritasampit.co.id).