Tangani Karhutla, BPBD Seruyan Tambah Jumlah Perahu Bermesin

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agung Sulistyono.//Ist-Antara/Radianor;

KUALA PEMBUANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), menambah jumlah perahu kecil bermesin untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah sulit dijangkau dengan transportasi darat. Sebab secara geografis di Seruyan masih banyak wilayah yang sulit dilewati dengan jalur darat bahkan ada juga tempat yang hanya bisa melalui jalur sungai sehingga perahu tersebut diperlukan.

“Memang di tempat kita masih banyak wilayah seperti desa yang hanya bisa dilewati jalur sungai, maka keberadaan perahu kecil ini sangat kita perlukan dalam penanggulangan karhutla. Tahun sebelumnya sebanyak tiga unit perahu disiapkan, sedangkan 2021 ini akan ditambah sebanyak empat unit sehingga dapat memaksimalkan penanganan karhutla,” kata Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistyono, Kamis 24 Juni 2021.

BACA JUGA:   30.000 ha Kawasan di Seruyan untuk Tanah Adat, Bupati: Supaya Masyarakat Adat Jadi Raja

Dijelaskan Agung, perahu bermesin dengan panjang tujuh meter ini, setiap saat bisa digunakan untuk pengangkutan personel dan peralatan pemadaman karhutla guna menjangkau wilayah sulit.

Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjutnya, ada wilayah yang sulit dijangkau dan harus menggunakan perahu kecil, sehingga hal itu harus ditempuh dengan waktu berjam-jam.

“Pastinya dengan adanya perahu operasional karhutla ini, memudahkan kami bergerak apabila terjadi kebakaran pada area tertentu,” katanya. Dikutip dari Antara.

Ditambahkan, bahwa perahu bermesin ini dirancang memudahkan pengangkutan personel maupun peralatan dan dapat digunakan pada sungai-sungai kecil, serta akan disiagakan pada wilayah rawan karhutla.

BACA JUGA:   Pabung Seruyan Kodim 1015/Sampit Resmikan Pencanangan Kampung Berkah di Desa Derangga

“Perahu ini nantinya akan kami siagakan di tempat rawan kebakaran, sehingga kami juga bisa bergerak cepat menangani apabila terjadi karhutla,” kata Agung.

(BS-65/beritasampit.co.id)