BPJN Kalsel Perbaiki Jalan Nasional di Tiga Kabupaten Sepanjang 148 Kilometer

Istimewa - Rombongan Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel saat monitoring dan evaluasi perbaikan jalan nasional antara Kabupaten Tanah Laut - Tanah Bumbu dan Kotabaru, 8 - 10 Juli 2021.//ANTARA /Nanda staf Komisi III;

BANJARMASIN – Badan Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN Wilayah XI Kalimantan Selatan (Kalsel), memperbaiki jalan nasional atau jalan negara sepanjang 148 kilometer di provinsi tersebut.

Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel, yang juga membidangi perhubungan, H Sahrujani, meminta pengguna jalan trans Kalimantan lintas timur Kalsel agar bersabar, baik untuk angkutan penumpang umum maupun barang dan jasa lainnya.

“Saat ini pelaksanaan sedang berlangsung, situasi proyek perbaikan mungkin bisa menghambat lalu lintas. Oleh karena itu masyarakat harap sabar dan maklum dulu,” ujarnya, dilansir dari Antara, Minggu 11 Juli 2021.

Jalan nasional yang dalam perbaikan BPJN Wilayah XI Kalsel atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia itu berada pada tiga kabupaten.

Ketiga kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru yang berbatasan Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Selat Makassar dan Laut Jawa.

BACA JUGA:   Pemkot Banjarmasin Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Katingan

“Ruas-ruas jalan yang perbaikan dari Asam Asam Tanah Laut – Tanah Bumbu – Kotabaru,” ungkapnya.

Ditambahkan, bahwa rusaknya jalan tersebut pada beberapa titik karena terdampak bencana banjir sejak 25 Desember 2020 lalu.

“Puncaknya terjadi 14 Januari 2021 mengakibatkan putusnya jembatan Tabunio II dan tergenangnya beberapa titik ruas jalan nasional sehingga menghambat akses dari dan menuju beberapa kota,” ujarnya.

“Sebagai contoh menuju Pelaihari (sekitar 65 kilometer tenggara Banjarmasin), ibukota Tanah Laut, Batulicin (sekitar 260 kilometer tenggara Banjarmasin), ibukota Tanah Bumbu, bahkan Kotabaru (sekitar 300 kilometer tenggara Banjarmasin),” tambahnya.

Proyek perbaikan jalan tersebut salah satu upaya pemerintah dalam menujang sasaran pembangunan nasional melalui Program Peningkatan Infrastuktur Jalan yang memakan anggaran Rp172 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2021-2023.

SBSN atau Sukuk Negara ini merupakan inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR melalui BPJN Kalsel – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kalsel, demikian Sahrujani.

BACA JUGA:   Wujudkan Program Tol Sungai, Pemkab Kotim Gandeng Investor Keruk Alur Sungai Mentaya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, HM Rosehan NB, yang melakukan pemantauan berharap, dengan perbaikan jalan tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama di provinsinya.

“Kalau jalan mulus ini berdampak pada perekonomian, pendidikan hingga kesejahteraan kita yang melalui jalan ini kembali normal seperti biasanya,” ujar mantan Wakil Gubernur Kalsel tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan penanganan jalan berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu-lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai.

“Kita akan selalu kawal pembangunan di Kalsel. Karena kita warga Kalsel jangan sampai jalanan rusak dibiarkan terlalu lama, sehingga masyarakat gerah, lalu terjadi demo.” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut.

(BS-65/beritasampit.co.id)