Meski Pandemi, Edukasi Pembangunan Keluarga Berkualitas Terus Digalakkan

M.SLH/BERITA SAMPIT - Foto bersama usai melakukan penyuluhan Keluarga Berencana.

PALANGKA RAYA – Walaupun di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DISDALDUK KBP3A) Kota Palangka Raya terus memberikan informasi dan edukasi tentang pembangunan keluarga yang berkualitas.

Kepala DISDALDUK KBP3A Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan menyampaikan bahwa, dalam membangun keluarga yang berkualitas tersebut akan dilakukan edukasi di setiap kelurahan yang ada di wilayah Kota Palangka Raya, baik itu kelurahan yang ditetapkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Ada 13 Kampung KB ditetapkan yang tersebar di seluruh kecamatan.

Menurut Sahdin, kegiatan edukasi, informasi atau penyuluhan KB tersebut penting terutama bagi para kader dan sub kader KB, kemudian anggota kelompok kegiatan dan kelompok Bina Keluarga yang disebut Tribina yang merupakan program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat.

BACA JUGA:   Ketahuan Simpan Sabu-sabu, Pria Botak Ini Diringkus Polisi

Terkait pembinaan keluarga dengan mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga, yakni bina balita, remaja dan lansia.

“Jadi kita berharap bahwa dengan edukasi yang benar serta informasi yang benar pula, akan memberikan pemahaman kepada masyarakat kita. Betapa pentingnya membangun keluarga yang sejahtera, keluarga yang tentram keluarga yang damai dari kehidupan,” katanya, Senin 23 Agustus 2021 di kantornya

“Dengan demikian maka masyarakat secara totalitas itu dapat kita wujudkan, masyarakat yang damai, sejahtera, sehat dan memiliki pendidikan yang lebih baik lagi,” lanjut Sahdin.

Kata dia, inilah tugas-tugas pelayanan yang dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya selama pandemi Covid-19. Selain dari kegiatan yang sifatnya edukasi, juga melaksanakan pelayanan terhadap akseptor Keluarga Berencana.

BACA JUGA:   Fairid: Perpanjang PPKM Kemungkinan Penurunan Level

“Mulai dari pasangan usia subur, baik yang baru masuk itu sebagai akseptor baru maupun para akseptor yang mau mengganti metode-metode alat kontrasepsi yang digunakan atau mungkin ada yang melakukan sudah habis masanya, lalu dilakukan pemasangan ulang. Metode alat kontrasepsi, implan kemudian suntik, alat kontrasepsi dalam rahim dan spiral itu yang kami lakukan selain yang diupayakan menggunakan metode yang permanen,” tuturnya.

Jadi, tambahnya, pelayanan metode operasi wanita dan pria yang disebut dengan tubektomi dan vasektomi ini bisa dilaksanakan di Rumah Sakit dengan fasilitas. Itu juga telah terpasang di rumah sakit dari DISDALDUK KBP3A, jadi operasional tersebut sudah ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Palangka Raya. (M.Slh/beritasampit.co.id).