Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Seni Montase

Ida Trimuliani1

Jurusan PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang,Email Idatrimuliani41@students.unnes.ac.id

Aeni Naima2

Jurusan PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Nrgeri Semarang,Email

aeninaima@students.unnes.ac.id

Abstrak

Kreativitas merupakan kemampuan seorang anak dalam mengembangkan diri, dan memunculkan gagasan atau ide untuk memberikan tanggapan yang baru atau menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dalam menghadapi berbagai masalah. Pokok masalah yang diajukan dalam artikel ini adalah rendahnya kreativitas anak. Kreativitas menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan perlu mengembangkan pendidikan yang dapat meningkatkan kreativitas anak khususnya usia sekolah dasar dimana seluruh potensi, imajinasi, dan kemampuannya berkembang secara utuh dan menyeluruh. Kegiatan pendidikan yang dapat meningkatkan kreativitas salah satunya seni montase. Montase merupakan kegiatan seni rupa yang menggabungkan potongan gambar dengan teknik menempel sehingga memiliki makna.

Abstract

Creativity is the ability of a child to develop themselves, and come up with ideas or ideas to provide new responses or create something new and different in dealing with various problems. The main problem posed in this article is the low creativity of children. Creativity is one of the important things that must be owned by the younger generation to face the challenges of the future. Schools as educational institutions need to develop education that can increase children’s creativity, especially elementary school age where all potential, imagination, and abilities develop as a whole and comprehensively. One of the educational activities that can increase creativity is the art of montage. Montage is an art activity that combines image pieces with sticking techniques so that they have meaning.

Kata Kunci : Kreativitas, Seni, Montase

Pendahuluan

Usia sekolah dasar merupakan usia dimana anak memiliki pribadi yang unik dan melewati berbagai tahap perkembangan. Perkembangan tersebut meliputi koginitif, psikomotor, imajinatif, dan segala potensi yang dimiliki. Hal ini berlangsung secara menyeluruh termasuk kreativitas. Kreativitas berkenaan dengan motorik halus yang merupakan kemampuan mengoordinasikan bagian-bagian tubuh tertentu yang tidak melibatkan  penggunaan otot besar. Ismail dalam Jurnal PAUD Teratai mengatakan dengan melatih motorik halus, anak dapat terampil dan cermat dalam menggunakan jari jemarinya untuk mendukung kesehariannya terlebih dalam kerajinan dan kerajinan tangan. Kreativitas sangat dibutuhkan setiap orang untuk memenuhi tantangan zaman yang penuh dengan persaingan.

Kreativitas memiliki manfaat besar bagi kehidupan dan jiwa anak. Menurut Andi dalam Journal of Islamic Primary Education, kreativitas tersebut yaitu dapat memberikan kepuasan berupa penghargaannya untuk perkembangan kepribadiannya sendiri karena dapat menciptakan sesuatu sendiri. Selanjutnya akan menjadikan anak sebagai seorang yang kreatif dalam menciptakan berbagai sesuatu. Kemudian, kreativitas dapat membantu mencapai keberhasilan di bidang yang diminati anak. Terakhir, kreativitas memberikan nilai kepemimpinan sehingga anak dapat belajar memberi pendapat serta bertanggung jawab sebagai pemimpin di kelompok bermainnya. Begitu besar pengaruh kreativitas bagi tumbuh kembang anak untuk menghadapi masa depan tentunya memerlukan langkah untuk meningkatkan kreativitas anak.

Titi Rachmi & Mutia Herdana dalam Jurnal Ilmiah Indonesia mengemukakan bahwa dalam merangsang dan memberdayakan kreativitas anak dapat dilakukan dengan kegiatan bermain di lingkungannya menggunakan sarana, media pembelajaran yang bersifat edukatif. Hal ini sesuai dengan karakteristik anak yang suka bermain. Lingkungan yang diupayakan juga harus memberikan kesempatan kepada anak seperti pemenuhan akan kebutuhan seni. Ini  merupakan pemberian pengalaman belajar yang diharapkan akan bermanfaat untuk perkembangan kognitif, emosi, motorik halus, keterampilan serta rasa akan keindahan yang akan ditunjukkan melalui bentuk kreativitas.

Adipta dalam Jornal Joyful Learning menyatakan bahwa pada anak usia SD pemilihan penggunaan buku bergambar merupakan  salah satu pilihan yang bagus karena pada usia tersebut karena anak-anak masih menyukai cerita-cerita dan gambar-gambar yang penuh warna. Media buku bergambar dapat lebih menarik jika terdapat unsur keterlibatan kreativitas siswa. Keterlibatan siswa dalam buku bergambar dapat dilakukan dengan menciptakan gambar baru dengan seni montase Untuk itu penting bagi kita meningkatkan kreativitas anak salah satu nya melalui karya seni montase.

Pembahasan

Kreativitas

Istilah kreativitas berasal dari bahasa Inggris “to create” yang berarti mengarang atau membuat sesuatu yang berbeda baik bentuk, susunan atau gaya dari yang lazim dikenal orang. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia kreativitas adalah kemampuan untuk berkreasi, kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Kreativitas juga dapat diartikan sebagai suatu pola pikir atau ide yang timbul secara spontan dan imajinatif, yang merincikan hasil artistik penemuan dan penciptaan baru. Kreativitas juga merupakan daya atau kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu. Kemampuan ini dapat terkait dengan salah satunya bidang seni. Dalam bidang seni, intuisi dan inspirasi sangat berperan besar dan menurut spontanitas lebih tinggi.

BACA JUGA:   Kawah Jonggring Saloko Bergemuruh

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan merupakan kombinasi dari beberapa data atau informasi yang diperoleh sebelumnya dan terwujud dalam suatu gagasan atau karya nyata. Kreativitas sangat berhubungan dengan cara berpikir divergen, yaitu proses berpikir yang dapat menghasilkan berbagai jawaban yang relevan. Karakteristik dari suatu bentuk kreativitas dapat terlihat dalam proses berpikir seseorang ketika memecahkan masalah. Proses berpikir dalam diri seseorang ditandai dengan kelancaran, kelenturan, keaslian, elaborasi keuletan dan kesabaran.

Kreativitas anak adalah kreativitas alamiah yang dibawa dari sejak lahir dan merupakan kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang asli, tidak biasa, dan sangat fleksibel dalam merespon dan mengembangkan pemikiran dan aktivitas. Kreativitas alami seorang anak terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orang tuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Hal yang terpenting dalam kreativitas itu bukanlah penemuan sesuatu yang belum pernah diketahui orang sebelumnya, tetapi produk kreativitas itu merupakan sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus sesuatu yang baru bagi orang lain ataupun dunia.

Seni Montase

Seni merupakan perilaku manusia dalam mengoptimalkan imajinasi dan ide kreatif untuk menerangkan, memahami, dan menikmati hidup melalui hal yang dapat dilihat dan disentuh (Musa & Hasis, 2020). Seni menjadi suatu sarana untuk mengekspresikan segala perasaan yang dialami manusia. Dalam berkegiatan seni tentunya mendayagunakan imajinasi sebagai unsur yang melengkapi ide awal pemikiran manusia. Ide dan imajinasi yang tercipta kemudian saling melengkapi dalam menghasilkan suatu karya yang dapat dinikmati keindahannya. Kemudian, Pamadhi (2012) mengemukakan bahwa seni dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan pendidikan. Salah satu contoh seni yang dapat dinikmati keindahannya sekaligus sebagai pengembangan pendidikan yakni seni montase

Montase adalah salah satu karya seni rupa yang berwujud potongan gambar-gambar yang ditempel menjadi gambar yang memiliki makna. Montase sendiri berasal dari kata montage yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti komposisi gambar yang di hasilkan dari pencampuran unsur dari beberapa sumber. Sejalan dengan Ayusari (2017) dalam Journal Joyful Learning montase adalah penggabungan gambar-gambar yang dihasilkan melalui percampuran unsur dari beberapa sumber. Penggabungan dalam montase ini dimaksudkan untuk menciptakan kesan hidup sehingga tampilannya menarik. Lebih lanjut Sri Rahayu & Mas’udah mengemukakan bahwa  karya seni yang diperoleh dengan mengunting beberapa gambar dari beberapa sumber untuk kemudian ditempelkan menjadi gambar baru dengan tema tertentu.

Sumanto dalam Jurnal Sosiohumaniora Kodepena menyatakan bahwa kreativitas montase bagi anak SD adalah kemampuan seni rupa yang didapatkan melalui keterampilan  menyusun dan merekatkan gambar atau bongkar pasang gambar pada media kertas gambar  yang  digunakan sebagai alasanya sehingga menghasilkan tatanan lucu dan menarik. Jadi montase adalah karya seni rupa yang menggunakan teknik menempel dimana potongan gambar-gambar digabung dalam satu tema tertentu sehingga menghasilkan karya utuh yang menarik.

Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Seni Montase

Pendidikan bertujuan mengembangkan kreativitas anak melalui pembelajaran, permainan, dan aktivitas lain yang mendukung tumbuh kembang anak. Kreativitas seni rupa dapat dikembangkan melalui kegiatan montase. Dalam pembelajaran montase, tahap awal yang dapat dilakukan adalah persiapan dengan mengumpulkan alat dan bahan montase. Adapun alat dan bahannya antara lain, kertas hvs sebagai bidang dasar, lem kertas, gunting, pensil, pensil warna, crayon, potongan gambar, lembaran gambar utuh dan buku/ majalah bekas. Tahap kedua yaitu merancang ide atau gagasan untuk menciptakan sebuah karya seni sesuai dengan tema yang ditentukan. Pada tahap ini, anak mulai memunculkan imajinasi terkait dengan karya yang akan diciptakan. Dalam mengekplorasi ide, Setiap anak memiliki imajinasi yang berbeda-beda. Melalui imajinasi tersebut dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam  menciptakan sebuah karya. Tahap ketiga yaitu Menempel. Pada tahap ini anak mulai menempel potongan-potongan gambar yang sudah dipersiapkan. Di tahap ini anak diberi keleluasaan dalam menempel. Selanjutnya Anak boleh menempel sesuai dengan kreativitasnya. Tahap keempat yaitu mengkreasikan. Pada tahap ini, anak mengkreasikan karyanya dengan menggunakan pensil warna/crayon dengan menambahkan gambar atau kreasi lainnya pada karya montase tersebut. Tahap kelima yaitu menceritakan hasil karya. Pada tahap ini, anak menjelaskan setiap bagian dalam karya yang dibuat sehingga membentuk sebuah makna atau cerita. Tentunya untuk mencapai tahap ini anak bermain dengan kekreativitasannya masing-masing. Ini membuktikan bahwa karya seni montase dapat meningkatkan kreativitas anak.

BACA JUGA:   Pentingnya Teknologi Kepemiluan untuk 2024

Seluruh tahapan dalam seni montase dapat meningkatkan kreativitas anak. Dari proses persiapan bahan dan lat sampai tahap presentasi secaralangsung maupun tidak langsung memberikan stimulasi agar anak berpikir kreatif. Melalui kegiatan montase daya imajinasi, khayal, sikap cekatan, telaten dan kreatif anak usia SD dapat berkembang secara utuh dan menyeluruh tanpa batas. Tentunya hal ini menjadi menarik karena anak dapat berkarya mengungkapkan perasaannya melaluibermain kreatif.Hal itu didukung dengan penelitian yang dilakukan Maryati, dkk (2017) dengan hasil akhir kemampuan kreatvitas anak melalui kegiatan montase pada bidang dua dimensi rata-rata meningkat sebesar 72% dengan kriteria keberhasilan sebesar 65%. Selanjutnya, hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan montase yang dilakukan secara terus menerus selama satu minggu akan memberikan pengaruh terhadap kreativitas anak dalam bereksplorasi dengan berbagai potongan gambar, kombinasi warna, dan menceritakan hasil gambar.

Simpulan

Kreativitas sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Kreatifitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan merupakan kombinasi dari beberapa data atau informasi yang diperoleh sebelumnya dan terwujud dalam suatu gagasan atau karya nyata. Hal yang terpenting dalam kreativitas itu bukanlah penemuan sesuatu yang belum pernah diketahui orang sebelumnya, tetapi produk kreativitas itu merupakan sesuatu yang baru bagi diri sendiri. Anak usia sekolah asar memerlukan kegiatan untuk mendukung perkembangan potensi yang dimilikinya termasuk kreativitas. Kreatifitas di usia anak sekolah dasar dapat diwujudkan dengan mengajarkan seni montase. Seni montase adalah seni menggabungkan potongan gambar-gambar sehingga membentuk gambar baru dengan tema dan makna tertentu. Seni montase dapat merangsang kekreativitasan anak karena didalamnya melibatkan rangsangan motorik halus, pengembangan ide, dan pengoptimalan imajinasi. Hal tersebut dapat meningkatkan kekreativitasan anak jika dilakukan terus menurus yang mencakup eksplorasi berbagai potongan gambar, kombinasi warna, dan menceritakan hasil gambar yang telah dibuat.

Daftar Pustaka

Adnan, dkk. (2021). Pengembangan Kreativitas Peserta Didik Melalui Karya Montase Dalam Pembelajaran Seni Rupa. Jurnal Sosiohumaniora Kodepena, 2(1), 130-141.

Faloh, N. N., & Setiawan, D. (2018). Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Montase Pembelajaran IPS Kelas V. Journal JoyfulLearning, 7(4), 34-42.

Maryati, dkk. (2017). Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Melalui Kegatan Montase. Prosiding Seminar Nasional PG PAUD Untirta (pp. 57-64). Banten: Untirta.

Mursanib, M., & Qalbi, A. N. (2020). Pengaruh Kegiatan Montase Terhadap Kreativitas Anak. Jurnal Bungamputi, 6(1), 46-57.

Musa, L. A., & Hasis, P. K. (2020). Pembelajaran Seni Rupa untuk Anak Usia Dini. Indramayu: CV. Adanu Abimata.

Nurani, Y. (2020). Memacu Kreativitas Melalui Bermain. Jakarta: PT BUmiAksara.

Pamadhi, H. (2012). Pendidikan Seni (Hakikat, Kurikulum Pendidikan Seni Untuk Anak). Yogyakarta : UNY Press.

Prasetyo, N. (2020). Anak Kreativitas dan Seninya (Musik). Yogyakarta: Grub Penerbit CV Budi Utama.

Putri, F. A., Rahmawati, & Suyadi. (2020). Analisis Perkembangan Seni Kreativitas Siswa Kelas Rendah Muhammadiyah Pajangan 2 Yogyakarta. Journal of Islamic Primary Education, 3(1), 1-9.

Rachmi, T., & Herdana, M. (2018). Optimalisasi Kreativitas Anak Melalui Aktivitas Montase Pada Usia Taman Kank-Kanak. Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(3), 161-167.

Rahayu, S., & Mas’udah. (2017). Penerapan Kegiatan Montase Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Kelompok A DI TK Al Wardah Peterongan Jombang. Jurnal PAUD Teratai, 6(3), 1-7.

Sitepu, A. M. (2019). Pengembangan Kreativitas Siswa. Jakarta: Guepedia Publisher.

Supriyenti, A. (2013). Meningkatkan Kreativitas Seni rupa Anak Melalui Kegiatan Mencetak dengan Bahan Alam di PAUD Aisyiyah Lansano Pesisir Selatan. Spektrum PLS, 1(2), 16-34.