Hadapi Era Digital, PB PMII Launching Lembaga Profesi Jurnalistik dan Kepenulisan

SAMPIT – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melauncing Lembaga Profesi Jurnalistik dan Kepenulisan merupakan langkah kongkret menghadapi era digitalisasi.

Launching yang digelar secara online dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun, Pimpinan Redaksi Times Indonesia Yatimul Ainun, Herik Kurniawan Ketua IJTI dan Sasmito Ketua AJI.

Direktur Lembaga Jurnalistik dan Kepenulisan, Sabda M Holil mengatakan dengan sebagai wadah para kader yang aktif di media massa, kemudian aktif di media pers kampus, atau menulis buku nanti akan dibentuk komunitas jurnalistik.

“Bahwa PMII mempunyai 25 PKC dan 231 cabang yang tersebar di Indonesia, tentu hal itu penting untuk menjadi sebuah gerakan bersama sahabat-sahabat di PMII untuk melek literasi. Jadi nanti sahabat jurnalis akan kita siapkan asosiasi dengan nama Asosiasi Pers Media Pergerakan yang disingkat APMP. Untuk yang aktif di bidang jurnalistik atau bagi mereka yang berprofesi sebagai jurnalistik,” sebutannya, Jumat 3 Desember 2021 malam.

BACA JUGA:   RUU TPKS Harus Dapat Menjadi Payung Hukum Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

Selain itu, nantinya di bidang kepenulisan. Untuk para kader yang sudah atau pernah membuat karya ilmiah buku nanti juga akan kita dibuatkan komunitasnya.

Ia juga berharap dengan adanya APMP  diharapkan mampu menciptakan kader-kader PMII yang berkualitas dalam bidang jurnalistik.

“Jadi, APMP diharapkan bisa menjadi wadah dan jejaring bagi kader yang bergelut di dunia jurnalistik hingga tingkat nasional,” katanya singkat.

Terpisah Ketua Umum PB PMII M. Abdullah Syukri, menyampaikan bahwa sudah seharusnya kader PMII melek akan literasi.

Tidak hanya membanggakan Ketua Umum pertama Mahbub Junaidi sebagai pendekar pena saja, namun bagaimana meneruskan perjuangannya dalam dunia nyata seperti saat ini.

BACA JUGA:   Penangkapan Ikan Secara Terukur Harus Disupport BBM Bersubsidi Untuk Nelayan

“Sudah saatnya kader PMII mengukir sejarah dengan menjadi jurnalis atau pendekar pena seperti Mahbub Junaidi,” sampainya.

Lanjut pria yang akrab disapa Tum Ab ini  mengatakan, bahwa salah satu langkah menuju organisasi yang maju, PMII tengah menyiapkan kader-kader terbaiknya dalam mengarungi era digitalisasi saat ini.

“Ini salah satu ikhtiar PMII dalam menghadapi era digital. Dengan launchingnya lembaga ini saya harap bisa mewadahi para kader di bidang jurnalistik,” katanya.

Ia berharap kedepan, dengan adanya lembaga jurnalistik bisa memunculkan pendekar-pendekar pena baru seperti yang pernah dilakukan oleh Ketua PB PMII pertama sahabat Mahbub Djunaidi.

“Semoga dengan launchingnya lembaga ini, lahir Mahbub Junaidi baru yang tangguh dan kreatif dalam menulis,” harapnya.

(im/beritsampit.co.id).