BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya Kunjungi Dislutkan Kalteng

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Bidang Perikanan Tangkap Dislutkan, Heriyana (dua dari kiri) saat berfoto bersama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya, silaturahmi dan berkunjung ke Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng) dalam rangka perkenalan produk jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah bidang kelautan dan perikanan, Jumat 4 Februari 2022.

Produk yang diperkenalkan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), yang merupakan manfaat uang tunai sekaligus yang diberikan ketika peserta mencapai usia 56 tahun, cacat total tetap, meninggal dunia, berhenti kerja atau Putus Hubungan Kerja (PHK), mengundurkan diri, dan meninggalkan indonesia untuk selama-lamanya, serta pengambilan sebagian untuk tenaga kerja minimal kepesertaan 10 tahun.

Besarnya manfaat JHT adalah sebesar nilai akumulasi seluruh iuran yang telah disetor, ditambah hasil pengembangannya yang tercatat dalam rekening perorangan peserta dan dibayarkan sekaligus. Pembayaran manfaat JHT dapat diambil sekaligus apabila peserta telah memasuki masa pensiun, cacat total tetap, meninggal dunia ataupun berhenti bekerja (dengan masa tunggu 1 bulan).

Pembayaran manfaat JHT dapat diberikan sebagian sampai batas tertentu apabila peserta telah memiliki masa kepesertaan paling singkat 10 tahun. Pengambilan manfaat JHT sampai batas tertentu, paling banyak 30 persen dari jumlah JHT, yang peruntukkannya untuk kepemilikan rumah atau paling banyak 10 persen untuk keperluan lain sesuai persiapan memasuki masa pensiun.

BACA JUGA:   Buka Forum Perangkat Daerah, Edy Pratowo Berharap Tercipta Ide dan Gagasan untuk Kalteng

Kunjungan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya melalui Kepala Bidang Kepesertaan Dian Parta Wijaya diterima langsung Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Bidang Perikanan Tangkap Dislutkan Kalteng, Heriyana.

“Ada juga dalam BPJS Ketenagakerjaan, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), merupakan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja yang dapat dialami oleh pekerja pada saat bekerja dengan manfaat berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja, dimulai saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja sampai kembali ke rumahnya atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja,” jelas Dian Parta Wijaya melalui rilis yang diterima pada Minggu 6 Februari 2022.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Beras kepada Warga Kobar

Pihak BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan tentang Jaminan Kematian (JKM) meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. JKM diberikan untuk membantu meringankan beban keluarga dalam bentuk biaya pemakaman, santunan kematian, dan santunan berkala serta beasiswa untuk 2 orang anak peserta yang memenuhi masa iuran minimal 3 tahun dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan.

“Melalui pertemuan ini diharapkan nantinya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah dapat bekerja sama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi nelayan dan seluruh pelaku usaha perikanan Kalimantan Tengah,” harapnya.

Terpisah Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng Darliansjah berharap ke depannya bisa bekerja sama dalam membangun dan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah, terutama dalam jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Tidak hanya kepada nelayan tetapi juga seluruh pelaku usaha perikanan di Kalimantan Tengah sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Kalimantan Tengah,” lugasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).