Petani Gunung Mas Didorong Optimalkan Pemanfaatan Kartu Tani

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong didampingi Wakil Bupati Efrensia LP Umbing menyalurkan Kartu Tani secara simbolis kepada sejumlah petani, di Kuala Kurun, Senin (20/6/2022). ANTARA/Chandra

KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya S Monong mendorong para petani penerima Kartu Tani agar memanfaatkan secara optimal berbagai fasilitas yang ada tersedia dari kartu tersebut.

“Gunakan Kartu Tani yang sudah disalurkan ini dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan peruntukannya,” ucap Jaya saat menyalurkan Kartu Tani secara simbolis kepada sejumlah petani di Kuala Kurun, Senin 20 Juni 2022.

Dia menjelaskan selama 2022 terdapat 325 petani di wilayah setempat yang menerima Kartu Tani. Sebelumnya, pada 2020, terdapat 676 petani Gunung Mas yang menerima Kartu Tani.

Melalui Kartu Tani, petani dapat membeli pupuk bersubsidi serta membeli berbagai kebutuhan untuk memenuhi keperluan pertanian dan menunjang produksi pangan.

BACA JUGA:   Wabup Gunung Mas Harapkan Keterwakilan Perempuan pada Pilkades

Dalam kesempatan ini, secara khusus orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga mengingatkan kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam mendampingi petani.

“PPL saya harap tidak hanya bagus dalam administrasi, pencatatan, laporan, hadir tiap ada kegiatan. Namun yang utama PPL harus berhasil dalam mendampingi petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gunung Mas Letus Guntur mengatakan adanya empat manfaat jika petani memiliki Kartu Tani yakni mendapatkan pupuk bersubsidi, akses penjualan langsung, pembayaran kredit usaha, serta tabungan dan bantuan sosial.

BACA JUGA:   Pemkab Gunung Mas Serahkan Bonus kepada Atlet Porpprov Berprestasi 

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Gunung Mas ini menyebut Kartu Tani berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk kuota tersebut, tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani.

Kartu Tani juga tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura, bukan untuk perkebunan khusus sawit.

“Kartu Tani juga dapat digunakan untuk memverifikasi data para petani ketika melakukan melakukan pengajuan pinjaman kredit usaha pertanian di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk pemerintah,” kata Letus.

ANTARA