Fisipol UMPR Tingkatkan Kualitas Pembelajaran melalui RPS Berbasis OBE

Fisipol UMPR menggelar lokakarya inovasi pembelajaran melalui sinkronisasi RPS berbasis OBE bagi dosen di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Fisipol UMPR)

PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Base Education (OBE) atau hasil pendidikan dasar.

“Salah satu cara yang kami lakukan dengan melakukan ‘workshop’ (lokakarya inovasi pembelajaran melalui sinkronisasi RPS berbasis OBE bagi dosen,” kata Wakil Dekan Fisipol UMPR Noor Asiah MAP di Palangka Raya, Rabu 28 September 2022.

Melalui kegiatan tersebut, katanya, kapasitas dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara meningkat yang berimbas peningkatan kualitas perkuliahan sehingga Fisipol UMPR semakin mampu bersaing di tingkat regional Kalimantan Tengah dan bahkan tingkat nasional.

Ia mengharapkan seiring dengan peningkatan kualitas perkuliahan, kualitas dan kapasitas para mahasiswa Fisipol UMPR juga meningkat.

BACA JUGA:   Buka Kegiatan GP Ansor, Ini Pesan Asisten Pemprov Kalteng?

“Sehingga daya saing dan mutu mahasiswa semakin berkembang. Ini juga sebagai upaya mempersiapkan mereka menghadapi persaingan pada level global dan siap bersaing di dunia kerja,” kata perempuan berhijab itu.

Dia mengatakan saat ini kecepatan pemanfaatan teknologi dan produksi inovasi berkembang pesat sehingga memunculkan kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan SDM di dunia kerja serta masyarakat.

Mahasiswa Program Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, mengatakan tantangan pendidikan abad 21 adalah peran dan strategi menjembatani kesenjangan proses pendidikan di perguruan tinggi dan dunia kerja serta kebutuhan inovasi.

“Untuk itu, salah satu pendekatan yang kami gunakan untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21 adalah Outcome Based Education sebagai bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM),” kata Noor Asiah.

BACA JUGA:   Dewan Usulkan Perda Desa Wisata

PKKM 2022 yang merupakan program Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti-Ristek) itu guna meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas dosen pendidikan tinggi, dan meningkatkan kualitas kurikulum serta pembelajaran.

Program itu juga sebagai upaya meningkatkan mutu, relevansi dan inovasi pendidikan tinggi untuk merespons dan mengantisipasi perkembangan iptek di masa depan sesuai dengan keunggulan program studi.

Selain itu, meningkatkan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan “top world class universities” dalam rangka transformasi pendidikan tinggi untuk mendapatkan pengakuan internasional dan meningkatkan daya saing bangsa.

(ANTARA)

(Visited 29 times, 1 visits today)