Sebelum Dipenggal, Anak yang  Ditemukan Tanpa Kepala Ternyata Disodomi Dulu

HASIL OTOPSI - Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan, bersama dr. Rika  Forensik RSU Doris Silvanus Palangkaraya Kalimantan Tengah gelar realease, pada Senin (9/12/2019).

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan, bersama dr Rika Forensik RSU Doris Silvanus Palangka Raya Kalimantan Tengah menggelar konferensi pers di Mapolda Kalteng, 9 Desember 2019.

Dari keterangan bahwa hasil otopsi jenazah korban yang ditemukan dalam keadaan kondisi mayat tanpa kepada, di Kecamatan Katingan Hulu, Katingan.

Dokter Forensik, dr Rika menyampaikan bahwa terdapat luka memar pada paha bagian didalam kaki kiri dan kanan, pada dubur terdapat luka robek memanjang ke arah depan kurang lebih 7-8 cm akibat benda tumpul lunak.

“Kemudian, pada lambung masih terdapat sisa makanan yang belum tercerna semua (jarak wktu makan sampai meninggal kurang dari 4 jam), jenis luka pada leher diakibatkan benda tajam dengan sayatan kurang lebih 3 kali sayatan hingga leher putus,” kata dr. Rika.

BACA JUGA:   Update Covid-19 di Kalteng 27 Juli: Sembuh Bertambah 23 Pasien dan Positif 16 Orang

Lalu, analisa medis korban masih dalam keadaan hidup saat di gorok, dan terdapat luka memar pada lengan bagian kiri dalam, serta terdapat luka memar pada pergelangan kaki kanan dan kiri.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan diduga hasil otopsi terhadap korban ada tindakan Sodomi atau tindak cabul akibat kelainan seks.

“Dari hasil pemeriksaan yang mempunyai prilaku seperti itu adalah salah satu tersangka yang sudah kita tangkap bernisial A (35), dan tersangka ini merupakan suatu kriminalitas murni, jadi tidak ada kaitanya dengan isu kayau,” jelas Hendra kepada sejumlah media, di Polda Kalteng, Senin (9/12/2019).

BACA JUGA:   Cemburu Buta Buruh Sawit Tega Gorok Istri, Begini Kronologinya?

Karena hal ini menurutnya memang murni kriminalitas murni yang berujung kepada kematian dengan pemenggalan kepala, dan tersangka ini dari informasi jasad korban dengan tersangka ada dengan informasi masyarakat setempat ada kelainan seks.

“Saat ini tersangka sedang ke Polda Kalteng dan kita amankan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa ini tidak ada kaitanya dengan isu kayau, dan ini betul-betul murni kriminalitas,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, untuk proses lebih lanjut kelainan seks ini akan pihaknya libatkan dokter yang lain, tetapi tidak menutup untuk memutuskan tindak pidananya. “Karena itu merupakan kriminalitas murni yang biaa dipertanggungjaaabkan oleh tersangka,” jelasnya.
(nas/beritasampit.co.id)