Bupati Barsel: Perguruan Tinggi Wahana Pembinaan Karakter Anak Bangsa

WISUDA - Bupati Barsel H. Eddy Raya Samsuri ST, saat menyampaikan pidatonya dalam acara Wisuda Sarjana Ke-7 STAI Al-Ma'arif Buntok.

BUNTOK – Bupati Barito Selatan (Barsel) H. Eddy Raya Samsuri ST menyebutkan, kehadiran perguruan tinggi di daerah merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan. Hal itu disampaikan Eddy Raya Samsuri dalam sambutannya pada acara Wisuda Sarjana Ke-7 Tahun 2019 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Buntok yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Jaro Pirarahan Kamis (21/12/2019).

Menurutnya kampus sebagai tempat mencetak kader-kader generasi penerus bangsa. Selain itu, Kampus adalah sebagai, wahana pembinaan terhadap karakter anak bangsa sehingga dapat menghasilkan ide-ide cemerlang dalam berkontribusi bagi perkembangan dan kemajuan bangsa dan daerah.

Eddy meningkatkan kembali bahwa dalam Visi Kabupaten Barsel yang telah dicanangkan berbunyi “Terwujudnya Barito Selatan Sebagai Daerah Yang Mandiri dan Berkemajuan Agar Terciptanya Kehidupan Masyarakat Sejahtera Secara Merata dan Memiliki Daya Saing”.

Selain itu juga, misi Bupati dan Wakil Bupati Barsel pada poin 4 berbunyi “Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Barito Selatan Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan, Pengamalan Agama, Keterampilan dan Kesehatan Serta Kesempatan Kerja dan Berusaha”.

BACA JUGA:   Sekilas Sejarah Berdirinya Kota Banjarmasin, Ternyata Diawali Dengan Peperangan Antar Keluarga

“Hal tersebut, tentu sejalan dengan kehadiran STAI Al-Ma’arif Buntok yang juga diharapkan sebagai sebuah lembaga untuk mempersiapkan diri untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” kata Eddy Raya Samsuri.

Dalam kesempatan tersebut Eddy Raya Samsuri juga, menghimbau dan mengajak seluruh civitas akademika untuk mengambil peran dan kontribusi dalam memikirkan daerah kita tercinta ini.

Utamanya, dalam menghadapi berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang senantiasa menimbulkan dampak positif maupun negatif.

“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut lanjutnya, di satu sisi telah membuat manusia semakin pintar secara intelegensi akan tetapi di lain pihak dapat pula membuat manusia kehilangan kepekaan terhadap kecerdasan emosional dan spritual,” himbaunya.

Oleh karena itu lanjut orang nomor satu di Barsel ini, penting bagi kita untuk menyamakan persepsi bahwa output dari sebuah proses pendidikan adalah menghasilkan kecerdasan intelegensi, emosional dan spritual.

“Apabila dapat kita wujudkan, maka kedepan akan terlahirlah generasi-generasi yang bukan saja berfikir untuk kebutuhan fisik akan tetapi juga sensitif terhadap pembentukan watak sekaligus keimanan yang kuat,” ujarnya.

BACA JUGA:   Si Jago Merah Hanguskan, 7 Rumah dan 3 bangunan Sarang Walet di Desa Damparan

Lebih lanjut Eddy Raya Samsuri berpesan, kepada wisudawan-wisudawati STAI Al- Ma’arif Buntok kiranya dapat menjaga dan meningkatkan kualitas alumni sehingga bisa bersaing dengan alumni-alumni perguruan tinggi yang lainnya.

“Selain itu juga kita harapkan, agar kampus yang sudah di dirikan dengan susah payah ini untuk tetap dijaga kebersihan dan kenyamanannya. Sehingga, kedepan akan semakin banyak mahasiswa-mahasiswa yang menentukan pilihan untuk kuliah di sini,” tukas Eddy Raya Samsuri.

Wisuda Sarjana ke-7 tahun 2019 STAI Al-Ma’arif Buntok tersebut juga dihadiri, Unsur Forkopimda Barsel, Wakil Ketua Kopertis Wilayah XI Kalimantan Drs. H Humaidi MAG, Wakil Ketua Perguruan Islam Buntok H. Burhanudin, Ketua STAI Al-Ma’arif Buntok H. Irawansyah SH.

Dari 110 Sarjana yang diwisuda tersebut , sebanyak sepuluh lulusan memperoleh predikat cum laude Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Sedangkan, untuk nilai tertingi di raih Ria Monika dengan IPK 3,72. (ded)