Hingga Dini Hari, Di Sebagian Wilayah Kota Sampit Listrik Masih Padam

JUN/BS : Listrik masih padam di sebagian wilayah kota Sampit, warga gunakan lilin sebagai penerangan.

SAMPIT – Padamnya listrik di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dirasakan sebagian warga di kota ini, meski dibeberapa tempat listrik sudah menyala.

“Enggak ngerti juga, di daerah perkotaan sebelah utara katanya sudah nyala.Tapi disini kok belum ya sampai jam segini,” kata Bahtiar, warga Kelurahan Baamang Hilir, Senin 20 Januari 2020.

Bahtiar mengakui sengaja begadang hingga dini hari, agar dapat mempersiapkan keperluannya untuk aktifitas besok hari.

“Jadi kacau nih. Baterai laptop sudah drop, padahal ada beberapa kerjaan yang belum rampung. Ditambah lagi pakaian kerja dan pakaian anak-anak untuk sekolah besok belum disetrika,” keluh pegawai di salah satu instansi swasta ini.

Diceritakan, tadinya ada tawaran untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah temannya di daerah Ketapang yang listriknya sudah nyala.

BACA JUGA:   Peserta Pertandingan Badminton Sehati Cup lll Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan¬†

“Setelah di sana nyala, saya kira bergiliran disini juga nyala. Enggak tahunya sampai lewat tengah malam juga belum nyala,” ucapnya pasrah sambil sesekali memperbaiki posisi lilin , agar cahayanya tidak padam tertiup angin.

Sementara dari pantauan Berita Sampit, hingga dini hari, pukul 01.00 WIB, listrik di sebagian kota Sampit, khususnya di Kecamatan Baamang, masih padam.

Padahal sekitar pukul 21.00 WIB, di wilayah kota Sampit lainnya, sudah kembali nyala.
Listrik kembali nyala diterpantau di jalan-jalan utama, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, Jalan S Parman dan sebagian besar jalan dan pemukiman di kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Padamnya listrik membuat banyak warga menggunakan penerangan lilin. Hanya beberapa rumah dan perkantoran dikawasan tersebut yang diterangi cahaya listrik dari mesin jenset.

BACA JUGA:   SK Rujukan RSUD Murjani Terancam Dicabut, Ini Penyebabnya.

“Enggak bisa tidur. Ya kayak dukun nunggui lilin,” seru Hamdi, warga lain Baamang lainnya sembari berkelakar.

Menurut dia, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan akibat nyala lilin, dirinya rela begadang bersama dua orang tetangganya.

“Tadi lampu dari senter handphone, tapi sudah mau habis ya terpaksa pakai lilin,” terangnya.

Ditambahkan, beberapa temannya yang sengaja minum kopi dan makan di warung di kawasan pasar Sampit, sekalian mencarger handphone (hp).

“Mau apa lagi keadaan sudah begini kita terima aja. Tadi kami juga titip hp untuk dicas di warung makan. Biar banyar asal baterai penuh, kan bisa untuk senter sampai besok pagi kalo listrik tetap gak nyala,” tutupnya.

(jun/beritasampit)