Petani Padi Panik Terancam Gagal Panen, Ini Biang Keroknya

GAGAL PANEN : IST/BS – Bukti tanaman padi di Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan MHS, Kotim rusak sehingga petani terancam gagal panen.

SAMPIT – Hama wereng kini telah menyerang tanaman padi milik kelompok tani (Poktan) di Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hingga saat ini belum ada formula ampuh untuk meminimalisir serangan serangga tersebut. Bahkan, para petani menganggap akan gagal panen.

“Sudah beberapa persen hama wereng menyerang tanaman kami, apabila hal ini dibiarkan kami para petani padi terancam gagal panen,” ucap Pandi, salah seorang Poktan di Kelurahan Basirih Hilir, Jumat, 28 Februari 2020.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Kotim sudah mengerahkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan MHS untuk membantu mengatasi serangan hama wereng. Petugas PPL itu hanya memberikan bantuan obat pembasmi berupa racun insektisida.

BACA JUGA:   Dewan Angkat Suara Terkait Prostitusi Online Semakin Meresahkan

“Kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin menggunakan berbagai macam jenis racun serangga untuk mengatasi hama wereng, sampai saat ini hasilnya masih nihil, termasuk racun yang dibantu dari PPL Kecamatan MHS,” ujar Pandi mewakili Poktan lainnya.

Dia memproyeksikan bahwa serangan hama wereng tidak hanya terjadi di Kelurahan Basirih Hilir, melainkan sudah menyebar ke beberapa desa lain terutama yang ada di Kecamatan MHS. Alasannya, lahan pertanian yang ada di Kelurahan Basirih Hilir merupakan satu hamparan dengan lahan pertanian lainnya.

BACA JUGA:   Desember - Maret Musim Bertelur, Buaya Lebih Agresif

“Untuk itu, kami harapkan Dinas Pertanian Kotim segera membantu menurunkan ahli pertanian mengatasi hama wereng yang membuat kami panik agar petani tidak mengalami gagal panen,” tegasnya.

Sekadar diketahui, mulai Kecamatan MHS hingga Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan satu hamparan sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kotim sebagai lumbung padi.

Ada ribuan hektare lahan pertanian dua kecamatan itu siap panen sekitar pertengahan Maret mendatang.

(ifin/beritasampit.co.id)